Polisi memeriksa 11 saksi terkait kebakaran bedeng di Gang Jatayu, Jalan Nakula, Banjar Margaya, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar, Bali. Pemeriksaan saksi dilakukan Polsek Denpasar Barat dan dibantu Polresta Denpasar.
"Sejauh ini sampai dengan hari ini sudah ada sebelas saksi yang diinterogasi," ungkap Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati, saat ditemui di lokasi kebakaran, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adnyani belum bisa memastikan penyebab kebakaran rumah-rumah darurat tersebut meski terdapat dugaan awal akibat kebocoran gas. Ia meminta agar menunggu hasil penyelidikan yang sedang berlangsung.
Sejauh ini tercatat ada 85 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran. Rumah bedeng mereka ludes terbakar karena terbuat dari material semi permanen.
Namun, Adnyani belum bisa mendata jumlah bedeng yang terbakar. Sejauh ini baru tercatat ada belasan kendaraan yang hangus dalam musibah itu, yakni 11 motor, tiga sepeda gayung, dan mobil.
"(Kerugian) belum bisa (dipastikan) arena harus didata satu-satu, pemilik bedeng berapa dia mengalami kerugiannya," papar Adnyani.
Salah satu saksi bernama Candra Setiawan (35) mengungkapkan api dilihat pertama dari rumah orang tuanya pada Senin (31/8/2026) malam. Setibanya di rumah orang tuanya saat kejadian, saksi sudah melihat api sudah besar. Sementara, orang tua saksi tidak berada di rumahnya saat itu.
Tetangga saksi yang memiliki gudang barang bekas sempat melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya sebelum datangnya pemadam kebakaran. Namun, api langsung membesar dan membuat orang-orang di kawasan tersebut berhamburan mencari lokasi yang aman.