Jalan Diponegoro Singaraja Ditata, Trotoar hingga Parkir Dibenahi

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Jumat, 04 Sep 2026 09:35 WIB
Foto: Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama jajaran saat meninjau kawasan Jalan Diponegoro, Jumat (4/9/2026). Dok Made Wijaya Kusuma/detikBali
Badung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai melakukan penataan kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja, Buleleng, Bali. Penataan mencakup trotoar, drainase, hingga pengaturan parkir di sekitar Pasar Anyar Buleleng yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Penataan dilakukan untuk memperbaiki kondisi kawasan yang selama ini dinilai kurang tertata. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan penataan Jalan Diponegoro dilakukan secara bertahap.

"Ini baru awal dari sosialisasi penataan Diponegoro yang sebetulnya sudah dilakukan," kata Sutjidra saat meninjau kawasan Jalan Diponegoro, Jumat (4/9/2026).

Menurut Sutjidra, trotoar di sisi kiri dan kanan jalan akan dibenahi, termasuk drainase yang selama ini menjadi salah satu persoalan di kawasan tersebut.

"Jalan sebelah kiri dan sebelah kanan nanti akan ditata supaya tidak seperti sekarang, agak kumuh. Karena ini termasuk wajah Kota Tua Buleleng," ujarnya.

Jalan Diponegoro juga memiliki nilai sejarah bagi kawasan Kota Singaraja. Menurut Sutjidra, kawasan tersebut dahulu dikenal sebagai Pabean dan menjadi jalur yang menghubungkan kawasan kota dengan Pelabuhan Buleleng.

Karena itu, penataan Jalan Diponegoro dinilai penting tidak hanya untuk memperbaiki kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjaga wajah kawasan bersejarah di Buleleng.

Persoalan drainase menjadi salah satu fokus pembenahan. Kondisi drainase yang kurang optimal dinilai turut memicu munculnya bau tidak sedap di sekitar kawasan pasar.

"Di mana-mana masalah pasar selalu di drainase. Kalau drainase lancar pasti tidak akan bau. Nah, ini yang kami tata," kata Sutjidra.

Pengaturan parkir juga akan dilakukan bersamaan dengan penataan kawasan. Dinas Perhubungan (Dishub) akan menangani aspek lalu lintas dan parkir di pinggir jalan, sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan pengawasan terhadap pedagang bermobil agar tidak berjualan di sepanjang kawasan Jalan Diponegoro. Para pedagang bermobil diinstruksikan untuk berjualan di tempat yang telah disiapkan di Pasar Banyuasri.

Sutjidra menargetkan seluruh penataan Jalan Diponegoro dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan. Dengan demikian, kawasan tersebut diharapkan sudah lebih tertata pada Desember 2026.

"Target selesai Desember. Astungkara tiga bulan sukses," tegasnya.

Penataan tersebut mendapat respons positif dari pelaku usaha di kawasan Jalan Diponegoro. Hasim (55), pemilik Toko Emas Ramayana, mengatakan dirinya optimistis pembenahan yang dilakukan pemerintah akan memberikan dampak positif bagi kawasan tersebut.

"Saya yakin apa yang dilakukan pemerintah pasti menuju hal yang lebih baik. Apalagi kita sudah melihat titik nol pembangunan di tempat lain dan sudah melihat kenyataannya. Kami yakin semuanya akan jadi lebih baik," kata Hasim.

Menurut Hasim, kondisi Jalan Diponegoro sebenarnya sudah cukup tertata dibanding sebelumnya. Namun, ia menilai pembenahan lebih lanjut tetap diperlukan, terutama pada aspek sanitasi dan parkir.

"Kalau menurut saya sebenarnya ini sudah ditata bagus, ke depannya akan lebih bagus lagi. Kebetulan toko saya adalah toko yang biasa ramai, jadi bagi saya tidak ada masalah. Tidak tahu bagi tempat-tempat lain," ujarnya.

Hasim mengaku telah mengetahui rencana penataan tersebut sejak tahap sosialisasi. Ia berharap pembenahan yang direncanakan pemerintah benar-benar dapat terealisasi.

"Kemarin sudah disosialisasikan sebelum pembangunannya. Sanitasi, tempat parkir, semua katanya mau diperbaiki. Saya senang sekali sebagai pemilik toko," katanya.



Simak Video "Video Trotoar di Badung Meledak, Polisi Temukan Dugaan Rembesan BBM"

(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork