Wajah baru kawasan heritage Titik Nol Singaraja tak hanya hadir lewat penataan trotoar, lampu hias, dan ruang publik yang semakin tertata. Ada inovasi lain yang diam-diam mencuri perhatian, yakni plang nama jalan yang berdiri di sejumlah titik kawasan tersebut.
Sekilas, plang itu tampak seperti papan penunjuk jalan pada umumnya. Namun, material yang digunakan ternyata bukanlah besi atau logam. Melainkan hasil daur ulang sampah plastik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inovasi tersebut merupakan karya anak muda Singaraja, Eka Darmawan, melalui Rumah Plastik Indonesia Buleleng. Eka Darmawan berhasil mengubah limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
"Ini pemasangan plang nama jalan di Buleleng, semua bahannya dari daur ulang sampah plastik," ujar Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Kamis (25/6/2026)
Sutjidra mengungkapkan penggunaan material plastik daur ulang tidak hanya menjadi solusi terhadap persoalan sampah, tetapi juga memiliki keunggulan dari sisi ketahanan. Berbeda dengan plang berbahan besi yang rentan berkarat, material plastik dinilai lebih tahan terhadap cuaca dan korosi.
"Ini tahan korosif karena bahannya dari plastik, tidak dari besi," kata Sutjidra.
"Plastik ini bukan lagi menjadi masalah sekarang, tetapi menjadi solusi. Dimanfaatkan seperti ini untuk membuat plang nama jalan di Kota Singaraja," imbuhnya.
Plang jalan berbahan daur ulang itu sekaligus menambah identitas baru kawasan Titik Nol Singaraja yang sedang direvitalisasi. Tak sekadar mempercantik kawasan kota tua, proyek tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berkelanjutan.
(iws/iws)