Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengalokasikan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk menata kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai wajah lama Kota Singaraja itu akan disulap menjadi sentra kuliner khas Buleleng.
"Anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Tidak terlalu besar, tetapi kita menata itu dulu supaya kelihatan rapi. Kalau sudah rapi, bersih, seperti kemarin di Lovina kan banyak juga pengunjung. Nanti di kawasan Diponegoro itu orang bisa jalan-jalan dari sana sampai ke pelabuhan," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutjidra mengungkapkan penataan kawasan Jalan Diponegoro merupakan bagian dari revitalisasi kawasan Titik Nol Singaraja. Menurutnya, ruas jalan itu akan dilengkapi dengan pedestrian, lampu hias, food truck, hingga ruang berkumpul komunitas.
"Ini namanya juga Titik Nol (Singaraja), ini baru memulai. Ada Lovina juga di sana. Rencana kalau ada pemenang tendernya atau penyedia, mungkin mulai bulan depan sudah mulai penataan di Jalan Diponegoro," kata Sutjidra.
Sutjidra menuturkan konsep penataan Jalan Diponegoro hampir serupa dengan kawasan Titik Nol Singaraja, yakni menghadirkan pedestrian yang lebih nyaman, bersih, dan menarik. Pemkab Buleleng juga berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kuliner.
"Nanti di sana kami khususkan untuk kuliner khas Buleleng, seperti pasar malam rencananya. Nanti dengan pedestrian yang cukup luas, kemudian penataan sanitasinya supaya tidak seperti sekarang, berbau, agak kumuh, terus kami tata," kata Sutjidra.
"Nanti kami pusatkan di sana untuk komunitas-komunitas juga," pungkasnya.