Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung terus mematangkan penerapan sistem presensi berbasis pengenalan wajah melalui aplikasi ASN Digital bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun, fasilitas absensi berbasis face recognition tersebut saat ini baru bisa diakses pengguna perangkat Android, sedangkan versi iOS masih belum dapat digunakan.
"Kalau yang mobile ini yang menggunakan gerak-gerak wajah itu, Android sudah. Di iOS sedang berproses," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, Ketut Gede Arta, saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerapan teknologi verifikasi wajah dan gerakan ini diproyeksikan menjadi sistem utama pencatatan kehadiran ASN Pemkab Badung di masa depan. Langkah ini merupakan bagian dari rencana migrasi sistem absensi yang dijadwalkan akan diberlakukan secara menyeluruh mulai awal tahun mendatang.
"Yang nantinya bermigrasi sepenuhnya itu tanggal 1 Januari, rencananya akan menggunakan wajah," ujar mantan Camat Kuta Selatan tersebut.
Pengembangan aplikasi pada platform iOS sebenarnya telah selesai dikerjakan oleh tim teknis Diskominfo Badung. Kendala ketersediaan aplikasi di iPhone murni karena masih menunggu proses persetujuan resmi dari pihak App Store.
"Memang sejauh ini belum. Semuanya masih ditangani di Kominfo," tutur pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung mengenai kendala teknis aplikasi untuk perangkat Apple.
Selama masa peralihan ini, Pemkab Badung memberlakukan sistem ganda agar pencatatan kehadiran ASN pemilik iPhone tetap berjalan normal. Pegawai yang belum bisa mengakses aplikasi baru diarahakan untuk menggunakan aplikasi lama bernama SIKAP Badung.
"Presensi yang digunakan sekarang ada dua, yaitu SIKAP Badung dan Badung Mobile," jelas Gede Arta.
Sistem SIKAP Badung sebenarnya sudah lama diterapkan dan memiliki fitur penentuan titik lokasi berbasis GPS yang akurat. Aplikasi lama ini dapat diakses dengan lancar baik melalui ponsel Android maupun iPhone tanpa hambatan teknis.
"SIKAP Badung ini sudah biasa digunakan, koordinatnya sudah ada. Di Android ada, di iOS juga sudah ada," ungkap Gede Arta.
Mekanisme presensi wajah pada aplikasi ASN Digital pada dasarnya merupakan peningkatan fitur dari sistem pemetaan lokasi yang sudah berjalan sebelumnya. Pengembangan dilakukan bertahap untuk memastikan keandalan aplikasi di setiap platform sebelum SIKAP Badung sepenuhnya digantikan pada Januari 2027.
"Nah sekarang kalau menggunakan wajah kan harus dinaikkan atau di-upgrade. Koordinatnya sudah ada, sama seperti yang di SIKAP," pungkas Gede Arta.