DPP Partai Hanura mengancam mengganti pengurus daerah yang dinilai lambat menjalankan konsolidasi. Pengurus yang tak mampu mengikuti ritme kerja partai disebut akan digantikan kader yang lebih energik.
"Kalau 1.000 domba dipimpin seekor singa, itu berjalan. Tapi kalau 1.000 ekor singa dipimpin domba, ya dombanya yang kita ganti," kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura Patrice Rio Capella usai konsolidasi partai di Kuta, Badung, Bali, Rabu (2/9/2026).
Rio mengatakan Hanura melakukan evaluasi kepengurusan setiap tiga bulan. Pemantauan dilakukan melalui aplikasi internal untuk melihat perkembangan struktur hingga tingkat bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Partai ini akan terus melakukan evaluasi per tiga bulan untuk melihat progres perkembangan partainya. Ketika ada yang lambat, maka kita ganti cepat," ujar Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura tersebut.
Menurut Rio, pergantian pengurus sudah dilakukan di sejumlah daerah yang tidak memenuhi target. Di Banten, misalnya, DPC Pandeglang dan Kota Serang diganti dan pengurus baru mampu menyelesaikan pembentukan 35 PAC dalam waktu singkat.
"Ada dua kabupaten yang kami ganti di Banten pada awalnya, yaitu Pandeglang dan Kota Serang, kita ganti yang baru yang lebih energik. Mereka menyelesaikan 35 PAC-nya dalam waktu singkat karena memang dia tokoh di situ," tutur dia.
Target Konsolidasi Awal Oktober
Rio mengatakan konsolidasi nasional ditargetkan rampung pada awal Oktober. Dari 514 DPC, sekitar 470 sudah terbentuk, sementara sisanya masih dalam proses peng-SK-an.
"Dari 514 DPC itu sudah hampir 470-an, yang lain memang dalam proses peng-SK-an. Target kita pada awal Oktober semua DPC selesai dan 100 persen di 7.300 kecamatan," terangnya.
Setelah konsolidasi DPC dan PAC selesai, Hanura akan membuka penjaringan bakal calon legislatif pada tahun depan untuk menentukan caleg 2028. Partai juga akan melakukan survei di seluruh provinsi.
"Kami akan membuka tahapan berikutnya bakal calon legislatif pada tahun depan untuk menentukan siapa menjadi caleg pada tahun 2028. Sambil kita melakukan survei Hanura di semua provinsi termasuk Bali," jelas Rio Capella.
Gianyar Belum Satu Persepsi
Khusus Bali, Rio menilai struktur kepengurusan Hanura hampir 100 persen rampung. Namun, DPC Kabupaten Gianyar masih memiliki persoalan konsolidasi internal.
"Hari ini menurut kami Bali cukup mantap, bisa dikatakan hampir 100 persen. Tapi di Gianyar tadi ada laporan konsolidasi emosi kepengurusannya belum selesai, walau strukturnya ada tapi belum satu persepsi," beber Rio Capella.
Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali Gde Wirajaya Wisna mengapresiasi pengawasan langsung dari Task Force DPP. Menurutnya, langkah tersebut membantu daerah mempersiapkan tahapan partai sesuai standar KPU.
"Kami dari DPD Hanura Bali mengapresiasi tim Task Force DPP Partai Hanura yang mempunyai program memantau langsung dan dekat berdialog dengan daerah. Banyak manfaat dan mindset yang kita bangun dalam menyongsong tahapan-tahapan KPU," kata Wirajaya Wisna.
Dia memastikan jajaran Hanura di Bali akan segera menuntaskan berbagai kendala kepengurusan.
"Semangat dan arahan yang diberikan tim Task Force membuat kita sesegera mungkin bangkit untuk merampungkan instrumen kelolosan partai. Semua instruksi bisa kita rampungkan sesegera mungkin, khususnya untuk di Bali," pungkas Wirajaya Wisna.