Sebanyak 85 Kepala Keluarga (KK) tercatat sebagai korban terdampak pasca kebakaran lahan dan bedeng di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Denpasar Barat. Data tersebut dihimpun oleh Dinas Sosial Kota Denpasar dari posko pengungsian yang berada di Musala Al-Ikhlas.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kota Denpasar, I Gusti Ketut Sudiatmika menyampaikan jika mulanya yang terdata sebagai korban adalah 22 KK. Namun, jumlah tersebut bertambah dalam pendataan Selasa (1/9/2026) malam karena pasca kejadian banyak korban yang mengungsi mandiri ke rumah keluarga terdekatnya.
"Karena mereka begitu kejadian itu datang, mungkin (mengungsi) ke sanak keluarganya yang terdekat," ungkap Sudiatmika saat ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, dia belum merinici jumlah korban dari 85 KK yang terdata. Sudiatmika berujar jika pihaknya masih melakukan asesmen terhadap masing-masing KK serta pendataan anggota keluarganya.
Dinsos memberikan bantuan berupa family kit yang berisikan keperluan dasar keluarga untuk beraktivitas seperti mandi, dan beristirahat. Masing-masing KK juga memperoleh terpal untuk tenda darurat.
Sementara, selain Dinsos, banyak pihak termasuk relawan sudah memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian yang terus mengalir datang ke posko.
"Saat ini per KK itu kita bantu itu kebutuhan pokoknya saja. Yang seperti kemarin itu matras, kebutuhan keperluan keluarga, untuk untuk mandi, untuk ini semua," tuturnya.
Pihaknya juga menyediakan layanan pengecekan kesehatan untuk memastikan korban terutama anak-anak juga kondisi kesehatannya tidak bermasalah pasca kejadian. Selain itu, layanan bagi keluarga yang kehilangan dokumen penting juga diberikan agar dapat kembali mengurus.
Hingga Rabu (2/9/2026) siang, proses pemadaman api dari puing-puing kebakaran masih dilakukan. Damkar dibantu dengan mobil Water Canon kepolisian untuk membantu pemadaman.