Pemerintah Amerika Serikat (AS) bakal menerapkan operasi ekonomi terbaru atau Economic D-Day kepada Iran. Presiden AS Donald Trump bahkan sudah sesumbar bahwa Iran akan kolaps.
Dilansir dari detikNews, pernyataan Trump itu dilontarkan atau tepat beberapa jam sebelum AS menerapkan sanksi ekonomi kepada Iran. Pengumuman sanksi tersebut akan disampaikan pada pukul 14.00 waktu Timur AS (ET) atau pada Selasa (25/8/2026) pukul 01.00 WIB.
"Iran sedang runtuh total," kata Trump seperti dikutip dari The Independent, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump diketahui telah mengancam akan menerapkan paket hukuman ekonomi untuk Iran. Oleh Teheran, kebijakan Trump itu disebut sebagai 'terorisme ekonomi'.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga sempat memperingatkan bahwa paket sanksi untuk Iran tersebut akan menjadi sanksi terberat dalam sejarah. Dalam tulisannya di Financial Times (FT) pada Minggu (23/8), Scott menyebut operasi Economic D-Day merupakan serangan finansial terbesar yang pernah dikerahkan untuk Iran.
Sementara itu, Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengancam akan melakukan pembalasan setimpal jika AS tetap menjalankan rencana tersebut. Rezaei juga memperingatkan negara-negara tetangga Iran di kawasan Teluk agar tidak ikut serta dalam penerapan sanksi.
"Jika Trump mengambil tindakan, konfrontasi kami akan (membalas) seperti gempa bumi," ancam Rezaei.
"Jika negara-negara di sekitar Iran bergabung dengan Amerika dalam perang ekonomi mereka, tidak setetes pun minyak akan keluar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz. Kami juga akan menargetkan jalur ekspor minyak lainnya dari Teluk Persia," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!