Seseorang dengan tingkat kolesterol normal memang bisa menenangkan. Namun, hal itu belum sepenuhnya melindungi seseorang dari potensi serangan jantung.
Dilansir dari detikHealth, serangan jantung terjadi saat aliran darah ke sebagian otot jantung tiba-tiba terblokir dan kolesterol hanyalah salah satu faktor. American Heart Association (AHA) menyebut usia, sindrom metabolik, hingga kondisi peradangan tertentu sebagai faktor yang bisa mempengaruhi serangan jantung.
"Hampir 60 persen dari semua serangan jantung terjadi pada orang yang kadar kolesterolnya normal," kata ahli Dr Vasilly Eliopoulus dalam unggahan di media sosialnya, sebagaimana dikutip dari laman Times of India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para CEO, atlet profesional, investor, dan orang-orang yang secara umum tampak sehat berdasarkan hasil pemeriksaan pun masih dapat mengalami serangan jantung," imbuhnya.
Masalahnya terletak pada apa yang sebenarnya diukur oleh pemeriksaan profil lipid standar. Tes ini umumnya berfokus pada kadar kolesterol LDL (kolesterol "jahat"), HDL (kolesterol "baik"), dan kolesterol total.
Meskipun angka-angka tersebut dapat memberikan gambaran dasar mengenai kondisi kesehatan, hasilnya belum sepenuhnya menunjukkan kondisi pembuluh darah. Seseorang yang memiliki kadar LDL ideal tetap berisiko mengalami penumpukan plak berbahaya yang menyumbat aliran darah dan memicu serangan jantung.
Dr Eliopoulus menjelaskan mengendalikan LDL saja sama seperti melihat permukaan laut dan berasumsi bahwa kita mengetahui apa yang ada di bawahnya. Menurutnya, arteri bukan sekadar pipa yang membawa darah. Lapisan dalamnya merespons tekanan gula darah, asap rokok, dan peradangan.
Tekanan darah tinggi yang terus-menerus bisa merusak dinding arteri. Diabetes dan resistensi insulin juga bisa memicu proses yang membuat aterosklerosis lebih mungkin terjadi. Hal ini sangat penting bagi orang yang merasa sehat karena tidak memiliki gejala.
Tips Menjaga Kesehatan Jantung
Simak empat hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung meski hasil pemeriksaan kadar kolesterol normal.
1. Jangan Menganggap Kolesterol Normal Aman bagi Jantung
Sebaiknya berhenti menganggap tingkat kolesterol sebagai gambaran keseluruhan kesehatan. Tekanan darah perlu diperhatikan secara teratur. Begitu pula gula darah, aktivitas fisik, berat badan, kualitas tidur, hingga riwayat keluarga.
2. Terapkan Pola Makan Sehat
Pola makan berkelanjutan dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, hingga sumber protein yang tepat lebih bermanfaat dibandingkan mengejar tren diet jangka pendek. AHA juga merekomendasikan membatasi makanan tinggi lemak jenuh, gula tambahan, serta natrium.
3. Aktivitas Fisik
Melakukan aktivitas fisik penting, bahkan saat penurunan berat badan bukan tujuannya. Bergerak secara teratur dapat mendukung tekanan darah, kesehatan metabolisme, dan kebugaran kardiovaskular secara keseluruhan.
4. Tidur yang Cukup
Perhatikan pula kualitas tidur Anda. AHA merekomendasikan sebagian orang dewasa untuk tidur sekitar 7-9 jam setiap malam.
Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!