Sejumlah organisasi mahasiswa di Buleleng, Bali, menggalang dana untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026). Aksi kemanusiaan tersebut berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 10.810.500.
Ketua PMII Buleleng Fauzi Hariri mengatakan penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana. Gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 dan sejumlah gempa susulan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menyulitkan akses bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.
"Tujuan kami membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Flores. Karena dampaknya cukup besar, termasuk kerusakan infrastruktur dan akses bantuan yang sulit," kata Fauzi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggalangan dana melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Buleleng, yakni KMHDI, PMII, HMI, IMM, dan GMKI. Aksi tersebut juga melibatkan organisasi internal kampus Al-Hikmah Undiksha serta organisasi mahasiswa daerah (Ormada), seperti Ikatan Mahasiswa Lamongan (Ikamala), Himpunan Mahasiswa Flores (Himflor), dan Forum Mahasiswa Sulawesi (Formasi).
Keterlibatan Himflor menjadi bentuk solidaritas mahasiswa asal Flores yang berada di Buleleng. Sejumlah anggota organisasi tersebut bahkan berasal dari wilayah yang terdampak gempa.
Penggalangan dana dilakukan di empat titik, yakni Lampu Merah Undiksha Kampus Tengah, Lampu Merah Pantai Penimbangan, Taman Kota Singaraja, dan kawasan Buleleng Festival (Bulfest).
Dari aksi tersebut, mahasiswa berhasil mengumpulkan Rp 10.810.500. Dana itu terdiri atas Rp 10.210.500 dari donasi tunai dan Rp 600 ribu melalui QRIS.
Fauzi mengatakan seluruh donasi akan disalurkan langsung kepada pihak penerima di Flores melalui transfer rekening. Dana tersebut nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak, termasuk kebutuhan pangan dan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah warga.
"Donasi akan kami transfer langsung ke pihak penerima di Flores. Nantinya dibelikan kebutuhan yang mendesak seperti sembako dan bahan atau alat bangunan untuk perbaikan rumah warga," ujarnya.
Meski awalnya direncanakan berlangsung selama satu hari, mahasiswa membuka kemungkinan menggelar penggalangan dana lanjutan. Aksi tersebut akan dilakukan jika kondisi di lapangan masih membutuhkan bantuan.
"Kalau memang kondisi di lapangan masih membutuhkan bantuan, kami siap melakukan aksi penggalangan dana susulan," kata Fauzi
Sementara itu Ketua KMHDI Buleleng Komang Dia Damayanti mengatakan antusiasme masyarakat terhadap aksi tersebut cukup tinggi. Menurutnya, besarnya donasi yang terkumpul menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap warga Flores yang terdampak bencana.
"Kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. Ini terbukti dengan donasi yang mencapai Rp 10 juta, bahkan lebih," katanya.
Damayanti mengatakan dukungan tersebut tidak hanya datang dari masyarakat Buleleng, tetapi juga warga yang melintas di sejumlah lokasi penggalangan dana. Ia menyebut aksi tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menerapkan nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap sesama.
"Sebagai mahasiswa Hindu, kami merealisasikan nilai-nilai agama Hindu, khususnya keharmonisan antar manusia. Sedikit bantuan ini diharapkan dapat meringankan saudara-saudara kita yang ada di Flores," ujarnya.
Damayanti menambahkan dana hasil penggalangan tersebut ditargetkan segera diserahkan kepada masyarakat terdampak. Penyaluran dilakukan paling lambat dua hari setelah dana terkumpul.
"Donasi ini akan segera kami serahkan, paling lambat dua hari lagi. Penyalurannya akan dilakukan secara transparan dan kami akan membagikan informasinya melalui media sosial," tandasnya.