detikBali

Sempat Dicari Istri, Pemancing Ini Ditemukan Tewas di Tukad Mati Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sempat Dicari Istri, Pemancing Ini Ditemukan Tewas di Tukad Mati Denpasar


Yonata Udawananda - detikBali

Evakuasi jasad Ferdinand Paot yang tewas di Tukad Mati, Denpasar, Senin (17/8/2026)
Evakuasi jasad Ferdinand Paot yang tewas di Tukad Mati, Denpasar, Senin (17/8/2026) (Foto: Dok Polresta Denpasar)
Denpasar -

Ferdinand Paot (38) ditemukan tak bernyawa di dasar Tukad Mati, Denpasar. Pria itu diduga tewas usai terpeleset dan tenggelam saat sedang memancing ikan.

Jasadnya ditemukan usai dicari hingga Senin (17/8/2026) pukul 02.20 Wita dini hari."Saat dilakukan evakuasi korban ditemukan di dasar sungai," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya pada Selasa (18/8/2026).

Istri korban, Yulianingsih (38) menerangkan jika suaminya pamitan untuk pergi memancing pada Minggu (16/8/2026) pukul 15.00 Wita sepulangnya dari gereja. Yulianingsih sempat menghubungi suaminya lagi pada pukul 17.00, namun ponselnya tidak aktif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga pukul 19.00 dia tidak mendapatkan kabar lagi dari Ferdinand. Sehingga dia memutuskan untuk mencarinya ke lokasi memancing. Di sana, dia sempat melihat sepeda motor suaminya.

Kemudian, pada pukul 21.00, Yulianingsih memutuskan kembali ke Tukad Mati karena merasa curiga. Dia bersikeras mencari Ferdinand sampai meminta rekaman kamera CCTV dari sebuah apartemen yang ada di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

"Karena suaminya tidak kunjung ditemukan, selanjutnya istri korban meminta rekaman CCTV pada apartemen di dekat lokasi," tutur Adi.

Dari rekaman CCTV itu, dia melihat jika suaminya sempat datang ke lokasi. Setelah dicek ke titiknya memancing, perempuan itu hanya menemukan alat pancing yang belum digunakan. Lantas dia melapor ke pihak berwajib soal kejadian tersebut.

Adi menerangkan pencarian korban dilakukan bersama warga sekitar. Hingga akhirnya jasad pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ditemukan di dasar Tukad Mati.

Pria itu diduga tewas akibat tenggelam karena diketahui juga dari keluarganya jika Ferdinand tidak bisa berenang.

"Dugaan sementara korban terpeleset lalu tenggelam di TKP dan sesuai dengan informasi keluarga bahwa korban tidak bisa berenang," papar Adi.

Proses evakuasi jenasah korban dilakukan hingga pukul 02.50 Wita dan langsung dibawa ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah. Sementara, polisi turut mengamankan barang bukti sebuah joran milik korban, serta tas selempang yang berisi ponsel, kartu ATM, dan uang tunai Rp2.500.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads