detikBali

Kolektor Prancis Pamerkan Berbagai Artefak Indonesia di Tabanan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kolektor Prancis Pamerkan Berbagai Artefak Indonesia di Tabanan


Sui Suadnyana, Krisna Pradipta - detikBali

Koleksi Pascal Morabito, kolektor asal Nice, Prancis, di The Gallery Nusantara, Nuanu Creative City, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Koleksi Pascal Morabito, kolektor asal Nice, Prancis, di The Gallery Nusantara, Nuanu Creative City, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Kekayaan budaya Indonesia menjadi bagian penting dalam koleksi The Gallery Nusantara milik Pascal Morabito, kolektor asal Nice, Prancis. Galeri yang berada di Nuanu Creative City, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, tersebut menyimpan lebih dari 1.000 artefak tradisional yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pascal Morabito telah berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia. Perjalanannya selama 35 tahun menjelajahi wilayah di sembilan pulau di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Jawa, Bali hingga Sumatra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beragam artefak menjadi koleksinya, termasuk senjata tradisional, seperti keris dan parang, serta berbagai topeng tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia.

"Koleksi ini tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang menggambarkan keberagaman masyarakat Nusantara," beber Pascal Morabito, Sabtu (15/8/2026).

ADVERTISEMENT

Selain dipamerkan, sejumlah artefak di The Gallery Nusantara juga diperjualbelikan bagi masyarakat yang tertarik memiliki benda-benda tradisional tersebut.

Salah satu koleksi dengan harga tertinggi berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Artefak tersebut berupa batu dengan ukiran wajah serta figur kerbau khas Toraja yang dikenal dengan nama Badabada. Koleksi ini ditawarkan dengan harga mencapai Rp 625 juta.

"Saya mengoleksi ini selama 20 tahun. Secara tradisional, benda ini memiliki fungsi sebagai alat untuk menumbuk kopi," ujar Pascal Morabit.

Di sisi lain, tidak semua koleksi memiliki harga fantastis. Beberapa artefak di galeri tersebut ditawarkan mulai dari harga sekitar Rp 500 ribu.

Keberadaan The Gallery Nusantara sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan artefak tradisional Indonesia kepada masyarakat. Sekaligus menunjukkan nilai seni dan budaya yang melekat pada benda-benda peninggalan dari berbagai daerah di Nusantara.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads
LIVE