detikBali

Lirik dan Not Angka Lagu Mengheningkan Cipta, Lengkap Sejarah hingga Makna

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lirik dan Not Angka Lagu Mengheningkan Cipta, Lengkap Sejarah hingga Makna


Wibhi Leksono - detikBali

Bermain Piano atau Keyboard
Ilustrasi piano. Foto: freepik/Freepik
Daftar Isi
Denpasar -

Lagu Mengheningkan Cipta menjadi bagian penting dalam berbagai upacara peringatan hari besar nasional di Indonesia. Lagu ciptaan Truno Prawit ini biasanya dimainkan saat peserta upacara memberikan penghormatan dan mengenang jasa para pahlawan.

Lagu ini kerap terdengar dalam upacara Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan dan berbagai kegiatan kenegaraan lainnya.

Lantas, bagaimana sejarah lagu Mengheningkan Cipta, siapa penciptanya, apa maknanya, dan bagaimana not angka untuk piano atau pianika?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Lagu Mengheningkan Cipta

Mengheningkan Cipta merupakan lagu ciptaan Truno Prawit.

ADVERTISEMENT

Truno Prawit dikenal sebagai komponis yang menghasilkan sejumlah lagu bernuansa perjuangan dan nasionalisme. Ia berasal dari Solo dan memiliki latar budaya musik Jawa.

Salah satu catatan sejarah yang banyak dikutip menyebutkan bahwa lagu Mengheningkan Cipta digunakan dalam upacara Hari Pahlawan di Ambon pada 1958. Upacara tersebut dihadiri Presiden Soekarno.

Penggunaan lagu tersebut dalam kegiatan kenegaraan kemudian semakin memperkuat kedudukannya sebagai lagu yang identik dengan prosesi penghormatan kepada para pahlawan.

Makna Lagu Mengheningkan Cipta

Sesuai namanya, lagu ini digunakan untuk mengiringi kegiatan mengheningkan cipta.

Dalam upacara, peserta biasanya berdiri dengan sikap sempurna kemudian menundukkan kepala untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur.

Lirik Mengheningkan Cipta menggambarkan para pahlawan sebagai orang-orang yang mengorbankan hidupnya demi membela nusa dan bangsa.

Salah satu bagian yang paling dikenal berbunyi:

"Dengar seluruh angkasa raya memuja pahlawan negara"

Pada bagian berikutnya, lagu mengenang para pahlawan yang gugur dan menggambarkan jasa mereka sebagai cahaya bagi Indonesia yang merdeka.

Pesan tersebut membuat lagu Mengheningkan Cipta memiliki suasana yang berbeda dari kebanyakan lagu perjuangan.

Jika lagu mars mengajak pendengar bergerak dan bersemangat, Mengheningkan Cipta justru mengajak masyarakat berhenti sejenak untuk mengingat dan menghormati.

Not Angka dan Lirik Mengheningkan Cipta

Lagu Mengheningkan Cipta juga dapat dimainkan menggunakan piano, keyboard atau pianika.

Not angka menggunakan tujuh nada dasar:

1 = Do
2 = Re
3 = Mi
4 = Fa
5 = Sol
6 = La
7 = Si

Melodi utama dapat dimainkan menggunakan tangan kanan.

Berikut ini lirik dan not angka lagu Mengheningkan Cipta

Dengar seluruh angkasa raya memuja

5 3 | 4 5 5 | 3 1 1 |
7 1 6 5 3

Pahlawan negara

5 4 3 | 2 1 2

Nan gugur remaja di ribaan bendera

5 3 4 5 5 |
3 1 1 7 1 |
6 5 3

Bela nusa bangsa

4 3 2 1 | 2 1

Kau ku kenang wahai bunga putra bangsa

1 2 3 1 | 5 3 |
1 6 6 5 | 4 5

Harga jasa

5 1 | 5 2

Kau cahya pelita

5 3 2 1 7 1

Bagi Indonesia merdeka

7 6 5 3 | 4 2 |


Karena karakter lagu ini khidmat, pemain piano sebaiknya memperhatikan tempo dan dinamika. Permainan yang terlalu keras dapat menghilangkan suasana tenang yang menjadi ciri khas lagu.

Untuk pemain pemula, melodi tangan kanan dapat dipelajari terlebih dahulu. Setelah lancar, tangan kiri dapat digunakan untuk memainkan akor sederhana.

Not angka yang tersedia di internet juga dapat berbeda berdasarkan nada dasar yang digunakan. Karena itu, pembaca perlu menyesuaikannya dengan partitur atau versi lagu yang dimainkan.

Kapan Lagu Mengheningkan Cipta Dinyanyikan?

Mengheningkan Cipta paling sering dinyanyikan atau dimainkan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan dan Hari Pahlawan.

Lagu tersebut juga dapat digunakan dalam kegiatan lain yang memiliki rangkaian penghormatan kepada pahlawan atau korban perjuangan.

Dalam upacara, lagu dimainkan ketika peserta memasuki bagian mengheningkan cipta. Seluruh peserta biasanya diminta berdiri dengan sikap sempurna dan menundukkan kepala.

Suasana yang tercipta memang sengaja berbeda dari bagian upacara lainnya. Tidak ada sorak-sorai. Tidak ada tepuk tangan. Hanya keheningan dan penghormatan.

Mengapa Lagu Ini Tetap Penting?

Lebih dari sekadar lagu wajib nasional, Mengheningkan Cipta telah menjadi bagian dari ritual penghormatan dalam kehidupan berbangsa.

Melodinya yang tenang memberikan ruang bagi peserta upacara untuk mengingat kembali sejarah perjuangan Indonesia.

Ketika lagu dimainkan, perhatian peserta tidak lagi diarahkan pada kemeriahan upacara, melainkan pada jasa orang-orang yang telah gugur. Di situlah kekuatan lagu ciptaan Truno Prawit tersebut.

Ia tidak membutuhkan irama yang keras untuk membangun rasa nasionalisme. Keheningan justru menjadi bagian terpenting dari pesannya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads