Anggota DPRD Gianyar I Wayan Gede Sudarta meninggal dunia di rumah sakit Penang, Malaysia, Minggu (26/7). Anggota Fraksi Partai Golkar itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan selama dua pekan akibat sakit paru-paru.
"Ya, beliau berpulang kemarin malam pukul 20.15 waktu Malaysia, dalam perawatan di rumah sakit Penang, Malaysia," kata Sekretaris DPRD Gianyar I Wayan Kujus Pawitra kepada detikBali, Senin (27/7/2026).
Kujus mengatakan proses pemulangan jenazah Sudarta dari Malaysia ke Indonesia kini masih berlangsung. Saat ini, administrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia sedang diurus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang dalam proses pengurusan administrasi di KBRI di Malaysia untuk proses Kepulangan," kata Kujus.
Ketua Badan Kehormatan DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra mengatakan Sudarta meninggal dunia akibat sakit paru-paru. Penyakit tersebut baru diketahui sekitar lima bulan lalu.
Sejak saat itu, Sudarta menjalani pengobatan di RSU Sanjiwani. Kondisinya sempat membaik dan menjalani beberapa terapi. Selama masa pemulihan, Sudarta juga rutin menjalani kontrol medis di Denpasar.
"Baru dua pekan lalu, beliau berobat ke rumah sakit Penang, Malaysia. Padahal beliau itu tidak merokok. Rajin olahraga pagi. Rajin sembahyang juga," kata Ngakan.
Kini, jenazah Sudarta masih diupayakan dipulangkan ke Indonesia. Ngakan mengatakan sejumlah dokumen keluarga dan kelengkapan administrasi lainnya masih harus dipenuhi dalam beberapa hari ke depan sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia.
"Tadi pagi sudah dikirim surat keluarga dan surat nikahnya. Tapi kami belum dapat memastikan kapan jenazah beliau mulai dipulangkan ke Indonesia," katanya.
Rekam Jejak Sudarta
Ngakan mengatakan rekam jejak Sudarta di dunia politik diawali saat menjabat sebagai Kepala Desa Lodtunduh. Setelah mengakhiri masa jabatannya pada 2014, Sudarta mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Dalam tiga kali pemilihan legislatif, Sudarta selalu terpilih menjadi anggota DPRD Gianyar. Sejumlah jabatan pernah diembannya, antara lain Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Gianyar, Ketua Komisi II DPRD Gianyar, serta Ketua Fraksi Partai Golkar.
"Pada 2014 maju jadi calon anggota legislatif hingga 2019. Kemudian, pada 2019 maju lagi dan terpilih. Hingga pada 2024, beliau kembali mencalonkan diri dan terpilih hingga saat ini. Tapi, saya sudah kenal beliau sejak jadi kepala Desa Lodtunduh," katanya.
Menurut Ngakan, Sudarta merupakan anggota dewan yang kerap dimintai bantuan oleh warga, mulai dari urusan pendidikan hingga aduan terkait layanan kesehatan di Gianyar. Selama menjadi anggota DPRD, Sudarta dinilai konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat.
Tak hanya dekat dengan masyarakat, Sudarta juga dikenal akrab dengan rekan-rekannya di DPRD Gianyar. Ketua DPD Partai Golkar itu disebut tidak pernah membeda-bedakan latar belakang partai dalam bergaul.
"Kami sangat kehilangan teman baik. Karena selama ini beliau tidak pernah membeda-bedakan partai dalam bergaul," katanya.
(dpw/dpw)