Lomba perahu layar mini diprediksi menjadi magnet utama dalam rangkaian Lovina Festival 2026. Panitia mencatat antusiasme peserta melonjak hingga sekitar 1.230 perahu, meningkat dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan perdana tahun lalu yang diikuti sekitar 600 peserta.
Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, mengatakan seluruh agenda festival yang berlangsung pada 24-28 Juli memiliki daya tarik tersendiri. Namun, berdasarkan tingginya animo peserta, lomba perahu layar mini yang digelar 25-26 Juli diperkirakan menjadi atraksi yang paling menyedot perhatian wisatawan.
"Kalau kami amati, yang menjadi magnet luar biasa di sini nanti adalah lomba perahu layar mini. Sebanyak 1.230 perahu layar ikut. Nanti akan terlihat betapa indahnya laut di utara Pulau Bali ini," ujar Ayu Reika, saat konferensi pers, Rabu (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pariwisata Pantai Lovina, I Nyoman Arya Astawa, mengungkapkan lonjakan peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap perlombaan tersebut terus meningkat. Ketika digelar perdana pada 2025,lomba hanya diikuti sekitar 600 perahu. Tahun ini, panitia bahkan menutup pendaftaran setelah jumlah peserta mencapai sekitar 1.230 perahu, termasuk peserta dari luar Bali seperti Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).
Menurut Arya Astawa, perlombaan akan digelar selama dua hari, yakni pada 25-26 Juli 2026. Perahu-perahu layar mini akan dilepas tanpa nakhoda di lintasan sepanjang kurang lebih 200 meter dimulai dari depan Warung Nyoman, kawasan Pantai Lovina.
Perlombaan menggunakan sistem gugur. Sebanyak 10 perahu akan dilepas secara bersamaan dalam setiap putaran dan hanya dua perahu tercepat yang berhak melaju ke babak berikutnya hingga menyisakan 10 finalis untuk memperebutkan gelar juara.
Panitia menyiapkan total hadiah Rp 38 juta bagi para pemenang, mulai juara I, II, III hingga harapan I, II, dan III. Arya Astawa berharap lomba perahu layar mini tidak hanya menjadi tontonan yang menarik wisatawan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui meningkatnya kunjungan selama Lovina Festival.
"Jangan sampai kita melaksanakan sebuah event, tetapi tidak membuat multiplier effect," tegas Arya Astawa.
(hsa/hsa)