Sebanyak 200 anak di Kota Denpasar mengikuti berbagai perlombaan dalam rangka Hari Anak Nasional di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Lumintang, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Kamis (23/7/2026). Kegiatan yang diikuti peserta tingkat TK hingga SMP, termasuk anak berkebutuhan khusus (difabel), itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan Denpasar sebagai kota ramah dan layak anak.
Kepala Bidang (Kabid) Pemenuhan Hak Anak Dinas PPPAKB Kota Denpasar, Ade Indahsari Putri, mengatakan sebanyak 200 anak mengikuti lomba mewarnai, nyurat aksara, kreativitas pemanfaatan barang purna pakai, mesatua, dan sejumlah perlombaan lainnya.
"Untuk kreatifitas barang purna pakai diikuti anak-anak difabel dari yayasan yang bekerjasama dengan Dinsos Denpasar," ujar Ade Putri kepada detikBali saat ditemui di lokasi acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ade Putri menjelaskan, kegiatan dalam rangka Hari Anak Nasional tersebut digelar sebagai bagian dari pemenuhan hak anak. Menurutnya, perlombaan tidak hanya menjadi wadah menunjukkan kreativitas, tetapi juga mengajak anak berinteraksi dan mengembangkan kemampuan diri.
"Mereka juga ada ruang untuk menyampaikan bakat-bakat yang dimiliki agar menumbuhkan rasa percaya diri pada anak-anak," jelasnya.
Ia menuturkan kegiatan yang rutin digelar setiap tahun itu diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Denpasar sebagai daerah yang ramah dan layak anak.
Selain itu, Ade Putri mengajak orang tua dan seluruh masyarakat di Kota Denpasar bersama-sama memberikan perlindungan kepada anak selama masa tumbuh kembang. Anak juga perlu mendapat ruang publik untuk menampilkan bakat yang dimiliki.
"Anak-anak generasi bangsa, sebagai orang tua pola asuh anak juga harus diperhatikan. Karena anak-anak kalau pola asuhnya salah, menyebabkan kesalahan pada anak," imbuhnya.