detikBali
Bali Sepekan

Terpopuler: WN Kanada Bunuh Diri Pakai Senpi-Pesan Terakhir Man Colik

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Bali Sepekan

Terpopuler: WN Kanada Bunuh Diri Pakai Senpi-Pesan Terakhir Man Colik


Tim detikBali - detikBali

Suasana TKP pembunuhan Man Colik di jalan perumahan pesona Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Kamis (9/7/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detiBali).
Foto: Suasana TKP pembunuhan Man Colik di jalan perumahan pesona Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Kamis (9/7/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detiBali).
Denpasar -

Ada beberapa berita terpopuler selama sepekan terakhir di Bali. Seorang warga negara (WN) Kanada, JAK (46), diduga bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri menggunakan senjata api di vila tempat tinggalnya di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Kemudian, viral video wisatawan lokal mengaku diusir di Pantai Blue Lagoon, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem. Turis lokal itu diusir pemilik warung di Pantai Blue Lagoon lantaran akan ada wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berkunjung dan ditakutkan tidak kebagian tempat.

Kematian pemilik warung lawar yang diduga dibunuh, I Nyoman Cita (50) alias Man Colik, meninggalkan duka mendalam bagi putra sulungnya, I Gede Rangga Winata (17). Dia pun mengenang pesan-pesan terakhir sang ayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Jembrana, polisi menangkap pengelola kafe berinisial HW (25). Dia diciduk lantaran nekat mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pelayan sekaligus pemandu lagu atau lady companion (LC).

ADVERTISEMENT

Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Bali Sepekan di detikBali.


Pria Kanada Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi

Pria Kanada berinisial JAK ditemukan tewas mengenaskan di vila tempat tinggalnya. Ditemukan luka diduga akibat tembakan senjata api (senpi).

"Diduga karena bunuh diri dengan cara menembak diri sendiri menggunakan senjata api," ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy dalam keterangannya pada Jumat (10/7/2026).

Peristiwa itu terjadi pada Senin (6/7/2026). Kasus tersebut terungkap setelah teman korban, seorang WN Inggris bernama Benjamin, tidak dapat menghubungi JAK sejak pagi. Padahal, Benjamin telah berjanji mengantarkan sepeda motor ke vila korban.

Setelah mendapat informasi bahwa vila korban dalam keadaan terkunci, Benjamin mendatangi lokasi sekitar pukul 14.00 Wita. Karena pintu masih terkunci, dia sempat mencoba membuka pintu teralis menggunakan kunci yang dibawanya, tetapi gagal.

Benjamin kemudian memutuskan mendobrak pintu. Saat masuk ke dalam vila, dia mendapati korban terbaring di sofa dalam kondisi mengalami luka. Melihat kondisi tersebut, Benjamin meminta stafnya melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Dalam keterangannya, Benjamin mengaku korban sempat melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali. Korban juga diduga mengidap penyakit paranoid.

"Saksi Benjamin juga menerangkan bahwa korban JAK semasa hidupnya ketika masih tinggal di Jakarta, sempat melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali," imbuh Ariasandy.


Viral Turis Lokal Diusir di Pantai Blue Lagoon

Video wisatawan lokal mengaku diusir di Pantai Blue Lagoon, Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, viral di media sosial (medsos). Turis lokal itu diusir pemilik warung di Pantai Blue Lagoon lantaran akan ada wisatawan mancanegara (wisman) yang datang berkunjung dan ditakutkan tidak kebagian tempat.

Perempuan dalam video yang viral mengungkapkan dirinya datang ke Pantai Blue Lagoon untuk makan dan snorkeling. Namun, mereka justru diminta tidak berlama-lama lantaran akan ada turis asing yang datang ke pantai tersebut.

"Kami belum selesai makan sudah diangkat, mau snorkeling malah diusir, pantesan sepi," ucap salah seorang perempuan di dalam video yang viral.

Video yang viral telah mendapatkan banyak komentar dari warganet. Mereka yang mengatakan banyak tempat di Bali yang lebih menghargai wisatawan asing dibandingkan turis lokal.

Sementara, pemilik warung, Luh Putu Susiani menjelaskanwisatawan lokal tersebut datang sebanyak 5 orang sekitar pertengahan bulan Juni 2026 lalu. Kemudian 1 orang berada di pantai tidak mandi atau snorkeling hanya duduk-duduk saja. Sedangkan 4 orang sisanya berada di warung, 3 di antaranya pesan makan dan 1 orang hanya pesan minum.

Selesai makan, empat orang tersebut kemudian bermain kartu yang dibawanya sendiri sambil ketawa-ketawa sedikit keras dengan waktu yang cukup lama. Kemudian pemilik warung memberitahu wisatawan lokal tersebut agar tidak bermain kartu terlalu lama.

"Saya tidak ada mengusir mereka, saya hanya minta mereka jangan bermain kartu terlalu lama saja, apalagi mereka sudah selesai makan cukup lama," kata Susiani, Jumat (10/7/2026).

Karena kapasitas meja di warung miliknya terbatas, apalagi menjelang siang banyak wisatawan baik asing maupun lokal yang datang untuk makan. Pihaknya juga mengaku selama ini tidak pernah membeda-bedakan wisatawan yang datang.

Setelah diberitahu seperti itu, empat orang tersebut kemudian langsung bayar di kasir dan memanggil temannya yang ada di pantai lalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun. Pihaknya juga mengaku tidak tahu kalau akhirnya wisatawan tersebut membuat video hingga akhirnya viral.

"Saya sebelumnya juga pernah memberitahu pengunjung setelah selesai makan untuk duduk di pinggir pantai yang ada kursinya ketika ramai, karena ada pengunjung lain yang datang. Mereka mau nurut tanpa ada permasalahan seperti saat ini," ujar Susiani.

Pesan Terakhir Man Colik ke Anaknya

Kepergian mendadak I Nyoman Cita (50) alias Man Colik meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Sebelum tewas, pria asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, itu sempat menyampaikan pesan terakhir yang begitu membekas bagi putra sulungnya, I Gede Rangga Winata (17).

Rangga, yang kini duduk di bangku kelas XII SMAN 1 Banjarangkan, mengaku masih terpukul. Ia tak menyangka obrolan santai mengenai masa depannya menjadi kenangan terakhir bersama sang ayah.

Salah satu pesan yang paling diingat Rangga adalah motivasi dari ayahnya agar menjaga kondisi fisik. Man Colik meminta putranya mulai rutin berolahraga angkat beban ke tempat gym.

"Bapak sempat bilang ke saya buat rutin nge-gym. Biar badannya bagus dan sehat. Karena dilihat sudah mulai gemukan," tutur Rangga saat ditemui detikBali di warung Lawar Godel milik mendiang ayahnya, Selasa (7/7/2026).

Rangga mengaku telah menuruti permintaan sang ayah dan mulai rutin menjalani aktivitas gym dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ia tak menyangka perhatian sang ayah terhadap kesehatannya menjadi bentuk kasih sayang terakhir yang bisa ia rasakan secara langsung.

Di mata keluarga dan orang-orang terdekatnya, Man Colik dikenal sebagai pribadi yang baik. Kepergiannya yang mendadak dan tragis memunculkan tanda tanya besar karena semasa hidup almarhum dikenal sangat pandai bergaul.

Hal itu diungkapkan sepupu sekaligus sahabat dekat almarhum, Putu Budiarsa. Menurutnya, Man Colik merupakan sosok yang ceria dan supel kepada siapa saja, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan usaha.

"Beliau itu orangnya sangat ceria dan supel. Pandai sekali bergaul dengan siapa saja. Makanya kami dari pihak keluarga dan teman-teman sangat yakin kalau almarhum ini tidak punya musuh, baik di lingkungan rumah maupun di urusan bisnisnya," ungkap Putu Budiarsa saat ditemui di rumah duka.

Sebelumnya, kematian Man Colik menggegerkan warga Klungkung. Pedagang lawar godel itu ditemukan tewas mengapung di Sungai Bubuh pada Kamis (2/7) sekitar pukul 08.00 Wita. Saat ditemukan, di tubuh korban terdapat sejumlah luka tusukan. Selain itu, kalung emas yang biasa dikenakannya juga raib.


Bos Kafe Pekerjakan Remaja Jadi LC

Polisi menangkap pengelola kafe berinisial HW (25) di Jembrana, Bali. Pria asal luar Bali itu ditangkap lantaran nekat mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pelayan sekaligus pemandu lagu atau Lady Companion (LC).

Kasus tersebut terungkap setelah Satreskrim Polres Jembrana menerima laporan masyarakat terkait tempat hiburan malam yang diduga mempekerjakan anak di bawah umur. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung melakukan penggerebekan pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

"Tim Opsnal Satreskrim langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi Kafe NM yang berlokasi di Banjar Kertayasa, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo," ungkap Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gede Alit Darmana saat pers release di Auditorium Jembrana, Rabu (8/7/2026).

Saat tiba di lokasi, petugas memeriksa identitas para pekerja kafe. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan seorang remaja perempuan berinisial PW (16) asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang dipekerjakan sebagai LC.

"Dari hasil pemeriksaan ditemukan seorang perempuan yang diketahui masih berusia di bawah 18 tahun bekerja sebagai Lady Companion atau pemandu lagu," kata Alit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan interogasi, korban mengaku baru bekerja di kafe tersebut selama sekitar dua pekan. PW nekat merantau ke Bali setelah diajak oleh seorang rekannya yang berasal dari kampung halaman yang sama di Jember.

Alit mengungkapkan, tersangka HW menerima korban bekerja tanpa melakukan verifikasi identitas secara menyeluruh. Pengelola kafe tersebut hanya memeriksa foto identitas yang dikirim korban melalui pesan singkat.

"Tersangka hanya melihat foto KTP yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp. Belakangan diketahui identitas tersebut merupakan milik kakak korban," papar Alit.

Polisi juga mengungkap sistem pengupahan yang diterapkan pengelola kafe kepada para LC. Selama bekerja, para pemandu lagu tersebut tidak menerima gaji tetap bulanan, melainkan mengandalkan komisi dari setiap botol minuman keras (miras) yang berhasil dijual kepada pengunjung.

Besaran komisi diatur langsung oleh tersangka HW dengan rincian untuk miras seperti anggur merah mendapatkan upah sebesar Rp 25 ribu per botol, kemudian bir bintang sebanyak Rp 20 ribu per botol, dan terakhir Guinness Rp 20 ribu per botol.

"Pembayaran dilakukan setiap 10 hari sekali dan diatur langsung oleh pengelola kafe," imbuh Alit.



(hsa/hsa)











Hide Ads