detikBali

Timnas Argentina Berduka

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Timnas Argentina Berduka


Yanu Arifin - detikBali

ATLANTA, GEORGIA - JULY 07: Lionel Messi #10 of Argentina prepares for taking a penalty kick during the FIFA World Cup 2026 Round of 16 match between Argentina and Egypt at Atlanta Stadium on July 07, 2026 in Atlanta, Georgia. (Photo by Buda Mendes/Getty Images)
Foto: Lionel Messi, kapten Timnas Argentina. (Buda Mendes/Getty Images)
Jakarta -

Timnas Argentina tengah berduka menjelang pertandingan melawan Swiss pagi ini, Minggu (12/7/2026). Antonio Rattin yang merupakan mantan pemain timnas legendaris Argentina meninggal dunia dalam usia 89 tahun.

Mengutip detikSport, kabar duka ini dibagikan bekas klub Rattin, Boca Juniors. Rattin mengembuskan napas terakhir karena stroke.

"Dengan duka yang mendalam, kami berduka atas meninggalnya Antonio Ubaldo Rattin, seorang idola dan simbol klub kami," tulis Boca Juniors.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami turut berduka bersama keluarga dan orang-orang tercintanya di masa sulit ini. Selamat jalan, Rata," lanjut klub Argentina itu.

ADVERTISEMENT

Antonio Rattin adalah legenda Timnas Argentina pada tahun 1959 hingga 1969, dengan total 34 caps. Aksinya di Piala Dunia 1966 sangat dikenang publik Argentina.

Bukan karena ia mengantar juara, melainkan protesnya saat melawan Inggris di perempatfinal. Di Stadion Wembley, Rattin sempat dikartu merah, namun menolak keluar lapangan karena merasa wasit Rudolf Kreitlein asal Jerman memihak Inggris selaku tuan rumah.

Rattin akhirnya mau meninggalkan lapangan, namun kembali protes dengan duduk di karpet merah. Padahal karpet itu diperuntukkan untuk Ratu Elizabeth berjalan.

Rattin kemudian digelandang keluar oleh polisi, dan sempat meremas bendera Inggris sebagai bentuk protes terakhirnya. Bertahun-tahun kemudian, pemain yang memenangkan 5 gelar untuk Boca Juniors itu.

"Ketika saya sampai di sudut lapangan, saya meremas bendera Inggris dan menghina mereka. Kemudian saya berjalan ke karpet yang digunakan Ratu untuk masuk ke stadion dan duduk di sana selama sekitar lima menit. Itu adalah karpet merah yang sangat bagus," kata Rattin, yang pensiun pada 1970.

Aksi Rattin juga memicu revolusi di sepakbola. Kartu kuning dan kartu merah akhirnya diterapkan di sepakbola, diperkenalkan sejak Piala Dunia 1970.

Kabar ini datang sebelum Timnas Argentina bermain di perempatfinal Piala Dunia 2026. Lionel Messi dkk akan melawan Swiss di Kansas City.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)










Hide Ads