Bali siap menjadi pusat kolaborasi ekonomi berlandaskan nilai-nilai dharma. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan rencana penyelenggaraan Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 di Bali menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi global umat Hindu, sekaligus memperkelankan Bali sebagai pusat pembangunan yang berlandaskan nilai dharma.
"Karena itu saya menyambut dengan penuh sukacita para delegasi yang hadir pada Global Hindu Business Conference dan mengucapkan terima kasih karena Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah," kata Koster dalam keterangan resmi yang diterima detikBali, Minggu (12/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
GBHC dilaksanakan di Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar dan diikuti sekitar 300 delegasi dari delapan negara di antaranya, India, Malaysia, Singapura, Nepal, Mauritius, Australia, Uni Emirat Arab serta Indonesia.
Koster menyampaikan Bali memiliki berbagai potensi mulai dari kondisi kependudukan, budaya, ekonomi, hingga arah pembangunan jangka panjang.
Ia melanjutkan, kekuatan utama Bali terletak pada budayanya. Karena itu desa adat menjadi pondasi dalam menjaga kehidupan masyarakat melalui perekonomian dan kelestarian alamnya.
"Pariwisata, budaya dan ekonomi harus berjalan secara seimbang agar Bali tetap memiliki daya saing di tingkat dunia," jelasnya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun untuk menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan melalui pelestarian budaya, peningkatan kualitas lingkungan, pengembangan energi bersih, infrastruktur, pendidikan, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
"Bali harus tetap eksis sepanjang zaman, bukan hanya ada tetapi tetap memiliki identitas, berkualitas, dan mampu bersaing di tingkat global," tandas Koster.