detikBali

Pilu Mahasiswa di Buleleng Tewas Usai Selamatkan Ibu-Adik Saat Banjir Bandang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pilu Mahasiswa di Buleleng Tewas Usai Selamatkan Ibu-Adik Saat Banjir Bandang


Tim detikBali - detikBali

Evakuasi korban banjir di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (12/6/2026). (Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Evakuasi korban banjir di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, Jumat (12/6/2026). (Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Seorang mahasiswa bernama Ricardo Razaq Alghivieri tewas tertimbun reruntuhan rumah yang roboh akibat banjir bandang di Dusun Tista, Desa Baktiseraga, Buleleng, Bali. Pria berusia 20 tahun itu sempat berupaya menyelamatkan ibu dan adiknya saat banjir bandang menerjang rumah mereka.

"Kejadian itu mengakibatkan satu orang mengalami dampak, tertimpa reruntuhan akibat banjir bandang ini," kata Koordinator Pos SAR Buleleng Kadek Donny Indrawan, Jumat (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak siang hari. SAR Buleleng semula mendapatkan laporan mengenai orang hanyut akibat banjir bandang sekitar pukul 13.55 Wita, Jumat.

Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan serta masyarakat langsung melakukan pencarian. Awalnya, Ricardo diduga hanyut terbawa arus sehingga penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai hingga ke kawasan pantai.

ADVERTISEMENT

Namun, setelah debit air mulai surut, tim kembali mengecek sekitar lokasi kejadian. Informasi dari warga kemudian mengarah pada dugaan bahwa Ricardo masih berada di sekitar rumah yang roboh.

Sekitar pukul 16.15 Wita, Ricardo akhirnya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan rumahnya sendiri. Ricardo berhasil dievakuasi dari reruntuhan sekitar pukul 17.10 Wita. Jenazah Ricardo selanjutnya dibawa ke RSUD Buleleng atas permintaan pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

"Kami melakukan evakuasi secara pelan-pelan untuk mengurangi risiko karena bangunan masih tidak stabil. Akhirnya korban berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan," ujar Donny.

Sempat Selamatkan Ibu dan Adik

Kepala Dusun Tista Nyoman Arian menuturkan Ricardo berada di dalam rumah saat banjir mulai memasuki kawasan permukiman. Berdasarkan keterangan ibu korban, Ricardo lebih dahulu memberi tahu ibu dan adiknya agar keluar rumah karena air terus meninggi.

Saat hendak menyelamatkan diri, Ricardo diduga terpeleset tepat ketika bangunan rumah mereka diterjang banjir. Keluarga yang berada di luar rumah mengira Ricardo hanyut terbawa arus.

"Korban sempat disuruh keluar. Ketika sampai di depan pintu, katanya kakinya terpeleset dan bangunan langsung roboh. Makanya keluarga memperkirakan korban hanyut," jelas Arian.

Arian mengungkapkan banjir di wilayahnya dipicu meluapnya aliran sungai dari arah Desa Panji. Banyaknya ranting dan batang pohon yang menyumbat aliran sungai menyebabkan air meluber dan menjebol tembok pembatas perumahan sebelum menerjang rumah-rumah warga.

"Sungainya mampet oleh ranting-ranting dan pohon, air meluap dan menjebol tembok pembatas. Air kemudian masuk ke kawasan perumahan dan mengarah ke rumah korban," pungkasnya



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads