detikBali

Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Karangasem Dilanda Longsor dan Pohon Tumbang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Dua Hari Diguyur Hujan Deras, Karangasem Dilanda Longsor dan Pohon Tumbang


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Tanah longsor tutup akses jalan di Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen akibat hujan deras, Sabtu (16/5/2026). dok. BPBD Karangasem
Foto: Tanah longsor tutup akses jalan di Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen akibat hujan deras, Sabtu (16/5/2026). dok. BPBD Karangasem
Karangasem -

Hujan deras yang mengguyur wilayah Karangasem sejak Jumat (15/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026) memicu sejumlah bencana di beberapa titik. Peristiwa yang terjadi meliputi pohon tumbang, senderan rumah jebol, hingga tanah longsor.

Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, I Gede Sutama, mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait dampak cuaca ekstrem yang terjadi dalam dua hari terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa laporan bencana yang masuk, sebagian sudah berhasil kami tangani. Sisanya sedang dilakukan assessment oleh personel," kata Sutama, Sabtu (16/5/2026).

Salah satu kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Tribuana, Kecamatan Abang. Pohon yang tumbang sempat menimpa dua sepeda motor hingga mengalami kerusakan. Kejadian tersebut cepat ditangani secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

Selain itu, hujan deras juga menyebabkan senderan penyengker rumah warga jebol di sejumlah wilayah. Di Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, senderan rumah milik Wayan Budiasa sepanjang 6 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter dilaporkan roboh. Akibat kondisi tersebut, pemilik rumah memilih mengungsi sementara karena khawatir terjadi longsor susulan.

Kerusakan serupa juga terjadi di wilayah Tanah Ampo, Desa Ulakan. Tembok rumah milik I Wayan Sudah jebol setelah diterjang aliran air deras. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp 25 juta.

"Masih ada beberapa senderan penyengker jebol di beberapa wilayah, termasuk tanah longsor di wilayah Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen yang membuat akses jalan tidak bisa dilewati untuk sementara," ujar Sutama.

Sutana memprediksi masih ada beberapa kejadian bencana yang belum sempat dilaporkan oleh masyarakat. Namun pihaknya memastikan jika ada laporan pasti akan langsung ditangani oleh petugas ke lokasi.

"Kami siap 24 jam untuk melakukan penanganan bencana ketika ada laporan dari masyarakat. Kepala masyarakat kami juga imbau untuk selalu waspada," ucap Sutama.




(nor/nor)










Hide Ads