detikBali

Beda Nyeri Dada gegara GERD Vs Serangan Jantung yang Mematikan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Beda Nyeri Dada gegara GERD Vs Serangan Jantung yang Mematikan


Elmy Tasya Khairally - detikBali

Young Asian woman suffering from flu symptoms, covered with a blanket on a sofa. Concept of illness, healthcare, and recovery. Stay indoors, stay healthy
Ilustrasi nyeri dada. (Foto: Getty Images/laddawan punna)
Denpasar -

Sebagian orang kerap kesulitan membedakan rasa nyeri dada akibat GERD (gastroesophageal reflux disease) dan serangan jantung yang mematikan. Sebab, kedua penyakit ini memang sama-sama memiliki gejala nyeri dada yang mirip.

Dilansir dari detikHealth, nyeri dada akibat GERD dan serangan jantung memiliki beberapa perbedaan. Adapun, serangan jantung klasik melibatkan nyeri dada yang tiba-tiba dan hebat serta kesulitan bernapas. Hal ini terjadi sering kali dipicu oleh aktivitas fisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, tanda dan gejala serangan jantung setiap orang bisa bervariasi. Rasa panas di dada bisa menyertai gejala serangan jantung lainnya.

Gejala umum dari serangan jantung meliputi tekanan, rasa sesak atau sensasi meremas atau pegal di dada atau lengan yang bisa menyebar ke leher, rahang, atau punggung. Ada pula gejala mual, gangguan pencernaan, nyeri ulu hati, atau sakit perut. Kemudian sesak napas, keringat dingin, kelelahan, hingga pusing atau kepala terasa ringan secara tiba-tiba.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, nyeri dada akibat GERD cenderung terasa seperti sensasi menusuk atau terbakar yang menyakitkan di tengah dada tepat di belakang tulang dada atau di bawah tulang dada. Sensasi terbakar di dada cenderung tetap terlokalisir alias tidak menyebar ke area lain. Gejala lainnya meliputi nyeri atau sulit menelan, kembung, bersendawa atau cegukan, bau mulut, sakit atau iritasi tenggorokan, hingga rasa tidak enak atau asam di mulut.

Penjelasan Dokter

Spesialis jantung Dr dr Muhammad Yamin SpJP (K) menjelaskan ada beberapa tanda serangan jantung dan GERD yang mirip. Misalkan mual, muntah, nyeri lambung, dan keringat dingin.

"Jadi, jangan semua gejala GERD dipastikan hanya GERD. Jadi kalau kita misalnya habis aktivitas, olahraga, atau stres berat terus lambungnya nyeri, apalagi kalau menjalar ke dada, leher, jangan dulu dipastikan GERD," kata dr Yamin kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Mungkin kalau dia (gejala muncul) pertama ya boleh saja. Kalau sudah berulang-ulang harus dipastikan (ke dokter). Terutama bagi orang di atas 35 tahun dan ada faktor risiko, seperti merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan, ada keluarga kandung yang jantung, diabetes," sambungnya.

Sebenarnya, ada gejala khas yang bisa membedakan antara serangan jantung GERD. Menurut dr Yamin, gejala serangan jantung yang klasik biasanya terasa nyeri dada di tengah, menjalar ke leher atau lengan kiri. Hal itu dipicu oleh aktivitas, olahraga, atau emosi. Umumnya, gejala tersebut reda dengan istirahat.

Kendati demikian, ada 5-10 persen kasus yang tidak khas. Gejala yang dirasakan bisa berbeda. "Kadang-kadang dia cuman nyeri clekit-clekit. Termasuk engap, kadang-kadang ada yang sesak. Kalau orang tua dengan diabetes biasanya sesak, bukan sakit," tuturnya.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads