Proyek restorasi lobi Kantor Bupati Buleleng dimulai. Penataan ulang bangunan berkonsep heritage itu menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar.
Kepala Dinas PUPR Perkim Buleleng, Putu Adipta Eka Putra, mengungkapkan proses restorasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan. Adipta mengatakan pengerjaannya juga disinergikan dengan penataan kawasan Titik Nol Singaraja yang tengah berjalan.
"Konsepnya bukan pembangunan besar-besaran, melainkan restorasi. Fokus pada perbaikan ringan tanpa mengubah struktur utama bangunan," ujar Adipta, Kamis (30/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adipta menuturkan beberapa bagian dari bangunan itu akan dibenahi. Termasuk penyesuaian kanopi di area depan, penataan ulang permukaan aspal, hingga penambahan fasilitas ramah disabilitas. Kemudian, kolam di depan kantor akan diperlebar untuk mengatasi keterbatasan ruang saat pelaksanaan apel.
"Selama ini ruang manuver saat apel terasa sempit. Dengan penyesuaian ini, aktivitas diharapkan bisa lebih leluasa," imbuhnya.
Adipta menerangkan desain restorasi mengacu pada dokumentasi lama saat Buleleng masih berstatus sebagai ibu kota Provinsi Sunda Kecil. Pendekatan ini dilakukan untuk mengembalikan karakter asli bangunan tanpa menghilangkan nilai historisnya.
"Desain dikembalikan ke bentuk awal berdasarkan arsip. Tidak ada perubahan besar, hanya penataan agar lebih representatif dan tetap berkarakter," pungkasnya.
(iws/iws)










































