Sebanyak 115 jemaah haji asal Kabupaten Badung resmi dilepas untuk bertolak ke Tanah Suci dalam acara pelepasan yang berlangsung di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Bali, Rabu (29/4/2026). Keberangkatan jemaah yang didominasi kaum perempuan dan mencakup sejumlah lansia ini menjadi bagian dari kuota Provinsi Bali untuk musim haji 1447 Hijriah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam memfasilitasi jemaah haji. Tercatat layanan yang diberi cuma-cuma mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga akomodasi keberangkatan bagi para jemaah tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dengar pemerintah kabupatennya itu Ngayah-nya luar biasa, tadi saya dengar MCU gratis, transportasi gratis, sampai vaksin juga gratis," ujar Dahnil saat melepas jemaah haji di Puspem Badung, Bali, Rabu (29/4/2026).
Dahnil menilai berbagai kemudahan tersebut sangat membantu jemaah, terutama di tengah situasi ekonomi global dan kenaikan harga tiket pesawat. Menurutnya, langkah Pemkab Badung sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang berupaya menjaga biaya haji agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Ibu-ibu ini rata-rata nggak takut perang, yang mereka takut cuma satu: naik harga. Makanya ketika tiket pesawat naik, Presiden Prabowo tidak menaikkan harga haji, jadi sudah connecting dengan Pemerintah Badung," katanya menambahkan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Badung, Ummu Isfaroh Triharjanti, memaparkan tahun ini terdapat 115 jemaah asal Badung yang berangkat ke tanah suci. Jumlah tersebut terdiri dari 114 jemaah reguler dan satu orang Petugas Haji Daerah (PHD) yang masuk dalam kuota Provinsi Bali sebanyak 698 jemaah.
"Kabupaten Badung berjumlah 115 jemaah, yang terdiri dari 114 jemaah reguler dan satu orang Petugas Haji Daerah. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan sebanyak 60 orang atau 52,2 persen dan laki-laki 55 orang atau 47,8 persen," kata Ummu Isfaroh dalam laporan penyelenggaraannya.
Dari sisi profil usia, jemaah tertua atas nama Siti Khuzaimah yang menginjak usia 80 tahun, sementara jemaah termuda adalah Dani Aditya Saputra berusia 27 tahun. Jemaah asal Badung ini telah melalui rangkaian pembinaan panjang sejak Agustus 2025, termasuk pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi lengkap.
"Jemaah lansia di atas 65 tahun ada 10 orang, dengan jemaah tertua Ibu Siti Khuzaimah usia 80 tahun. Kami telah melaksanakan bimbingan manasik tingkat kecamatan sebanyak empat kali dan tingkat kabupaten pada 11 April lalu," terang Ummu Isfaroh.
Seluruh jemaah asal Badung, kata dia, dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci melalui Kelompok Terbang (Kloter) 70 Sub Embarkasi Surabaya. Mereka akan diberangkatkan setelah melewati serangkaian vaksinasi Meningitis, Polio, hingga Covid pada medio April 2026.
Wamen Haji Ingin Pesawat Charter Bawa Turis Arab ke Bali
Pemerintah pusat tengah merancang strategi untuk menyulap operasional haji menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi pariwisata Indonesia, khususnya Bali. Melalui optimalisasi pesawat sewa yang selama ini hanya mengangkut jemaah satu arah, pemerintah menargetkan kunjungan balik dari wisatawan Timur Tengah untuk mendongkrak devisa dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dahnil menyebut kementeriannya sedang ingin mengoptimalkan penggunaan pesawat sewa atau charter yang selama ini membawa jemaah haji Indonesia.
Pemerintah menargetkan pesawat tersebut tidak lagi kembali dalam keadaan kosong dengan cara membawa wisatawan asal Arab Saudi untuk berkunjung ke tanah air. Hal itu pun, katanya, sedang dibahas bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
"Pesawat haji itu charter, dia berangkatnya bawa jemaah haji tapi pulangnya kosong dan banyak yang mubazir. Kami sedang bicara dengan Kementerian Pariwisata agar ada paket wisata yang menggiurkan bagi orang Arab ke Indonesia, khususnya ke Badung dan Bali," ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Puspem Badung, Bali, Rabu (29/4/2026).
Langkah ini diambil karena adanya ketimpangan jumlah kunjungan antara warga Indonesia ke Arab Saudi dengan sebaliknya. Dahnil mencatat setiap tahun ada sekitar 3 juta warga Indonesia yang ke Arab Saudi, sementara kunjungan warga Saudi ke Indonesia hanya berkisar 33 ribu orang.
"Bayangkan perbandingannya itu 3 juta banding 33 ribu orang, padahal setiap musim haji itu sebagian besar orang Arab justru berwisata ke luar negeri. Kami ingin mendorong mereka ke Indonesia supaya ada arus uang masuk atau cash inflow untuk belajar tradisi dan budaya kita," katanya.
Dahnil juga menyoroti potensi besar jemaah umrah asal Provinsi Bali yang mencapai 12 ribu orang setiap tahunnya sebagai bagian dari ekosistem ekonomi haji. Jumlah yang besar ini diharapkan dapat dikelola lebih baik agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Jemaah umrah di Bali itu tiap tahun bisa 12 ribu orang dan secara ekonomi jumlahnya besar sekali jika kita bisa merevitalisasi ini menjadi objek wisata. Kita ingin dorong jemaah wisata dari Saudi datang ke Badung agar PAD bisa nambah melalui ekosistem ekonomi haji ini," pungkasnya.