detikBali

Masa Tunggu Haji Bali 28 Tahun, Kemenhaj Target Turun ke 26

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Masa Tunggu Haji Bali 28 Tahun, Kemenhaj Target Turun ke 26


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Kepala Kanwil Kemenhaj Bali Mahmudi di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/4/2026).
Kepala Kanwil Kemenhaj Bali Mahmudi di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Daftar tunggu calon haji asal Bali masih menyentuh 28 tahun. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bali menargetkan masa tunggu itu bisa dipangkas menjadi 26 tahun pada 2027 agar setara dengan rata-rata nasional.

Kepala Kanwil Kemenhaj Bali, Mahmudi, mengatakan panjangnya masa tunggu turut berdampak pada kuota haji Bali yang belum mengalami penambahan dibanding tahun sebelumnya.

"Ya mudah-mudahan tahun depan lah (naik), karena kita itu kan hitung-hitung waiting list kita kan di angka 28 tahun ya. Dan mudah-mudahan yang jelas sekarang ini kan disamakan bahwa waiting list itu 26 tahun di seluruh Indonesia," kata Mahmudi ditemui di Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mahmudi, masa tunggu 28 tahun tergolong panjang. Untuk menurunkannya menjadi 26 tahun, diperlukan peningkatan jumlah pendaftar haji dari Bali. Hal ini menjadi tantangan bagi Kanwil Kemenhaj Bali untuk mendorong minat masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Mudah-mudahan tahun ini bisa meningkat para jemaah haji kita untuk mendaftar ya. Kalau mendaftarnya semakin banyak yang jelas mesti akan ditambah, tentunya begitu," bebernya.

Mahmudi menyebut, saat ini jumlah calon haji yang masuk daftar tunggu mencapai lebih dari 5.000 orang. Mereka tengah menyiapkan berbagai dokumen administrasi sebagai syarat keberangkatan.

"Ya pokoknya yang jelas kemarin setelah kita hitung antara 27-28 tahun ya itu mudah-mudahan tahun depan itu bisa terhitung kembali sehingga jemaah haji kita bisa bertambah," harap Mahmudi.

Ia menilai antusiasme warga muslim di Bali untuk menunaikan ibadah haji cukup tinggi. Selain didukung kondisi ekonomi yang relatif baik, kesadaran beribadah juga meningkat.

"Kalau nanti antusias untuk lebih banyak akan tentunya mendapat tambahan kuota," sambungnya.

Berdasarkan data, calon haji terbanyak tahun ini berasal dari Denpasar dengan jumlah 221 orang.




(dpw/dpw)










Hide Ads