Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melepas sebanyak 698 calon jemaah haji di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (25/4/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Bali, Mahmudi, menyampaikan sebagian besar calon jemaah haji asal Bali belum memiliki pengalaman.
"Sebanyak 98,53 persen belum berpengalaman. Oleh karena itu ada kelompok pembimbing haji Bali untuk mendampingi para jemaah kita," kata Mahmudi dalam pidatonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pendampingan ini akan memudahkan jemaah dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Secara usia, Mahmudi menjelaskan jemaah tertua berusia 88 tahun asal Buleleng, sedangkan termuda berusia 14 tahun asal Tabanan.
"Jadi jemaah kita ada 325 itu laki-laki dan 355 perempuan," jelasnya.
Jemaah haji asal Bali terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 70 dan 71. Jemaah asal Badung, Denpasar, Jembrana, Klungkung, Gianyar, dan Bangli masuk kloter 70. Sementara jemaah asal Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan sebagian Denpasar masuk kloter 71.
Mahmudi mengatakan jemaah akan berangkat dari masing-masing kabupaten/kota pada 8 Mei dan masuk asrama pada 9 Mei dini hari.
"Jemaah haji Bali akan berangkat dari masing-masing kabupaten kota di tanggal 8 Mei. Insyaallah dalam bulan depan dan masuk asrama tanggal 9 dini hari," jelas Mahmudi.
Selanjutnya, jemaah akan diterbangkan ke Tanah Suci pada 10 Mei dan diperkirakan kembali ke Indonesia pada Juni.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Bali, I Wayan Serinah, menyampaikan pesan Gubernur Bali Wayan Koster agar jemaah memahami situasi dan dinamika geopolitik di Timur Tengah.
"Dengan pemahaman itu Bapak Gubernur berpesan kepada seluruh jemaah haji yang akan menunaikan haji untuk selalu menjaga kedisiplinan, kekompakan dan solidaritas," tuturnya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk fokus beribadah dan selalu berkoordinasi dengan tim pendamping.
"Hal ini penting karena untuk kelancaran seluruh rangkaian dari ibadah haji di tanah suci," sambung Serinah.
Oleh sebab itu, ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk dipahami para jemaah.
(dpw/dpw)










































