detikBali

Tebing Longsor, Jembatan Penghubung Dua Desa di Tabanan Terancam Jebol

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tebing Longsor, Jembatan Penghubung Dua Desa di Tabanan Terancam Jebol


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Rambu peringatan tebing longsor di sisi jembatan penghubung Desa Peken Belayu dengan Desa Kukuh, Kecamatan Marga.
Rambu peringatan tebing longsor di sisi jembatan penghubung Desa Peken Belayu dengan Desa Kukuh, Kecamatan Marga. (Foto: dok. Istimewa/ Instagram @ekamediacenter)
Tabanan -

Jembatan penghubung antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, terancam jebol setelah tebing di sisi jembatan terkikis dan mengalami longsor, Rabu (15/4/2026). Jembatan tersebut berada di atas terowongan di atas Sungai Yeh Gangga.

Camat Marga I Gede Nengah Sudiartha mengatakan longsor terjadi pada Rabu siang berdasarkan laporan warga. Pergerakan tanah dipicu kendaraan besar yang melintas di atas jembatan sehingga tebing di sisi jembatan terkikis sedikit demi sedikit.

"Kondisi jembatan cukup rawan karena dibangun di atas terowongan tanpa pondasi kuat maupun pegangan pengaman," ujar Sudiartha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut jembatan tersebut sudah berumur tua dengan panjang sekitar 200 meter dan ketinggian mencapai 15 meter.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melakukan pemotongan pohon yang tumbuh di sekitar jembatan, khususnya di sisi timur. Pohon-pohon tersebut dikhawatirkan memperparah kondisi tebing yang sudah labil.

Terkait kondisi itu, pihak kecamatan telah melapor ke Pemerintah Provinsi Bali karena status jalan merupakan jalan provinsi. Jalur tersebut juga menjadi akses penghubung menuju wilayah Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan.

"Sudah dilaporkan ke provinsi oleh anggota DPRD Tabanan, pak Putu Eka Nurcahyadi. Ini jalur penting penghubung antarwilayah, jadi penanganannya harus segera," pungkasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi mengungkapkan pihaknya telah lebih dulu melaporkan kondisi jembatan tersebut kepada Gubernur Bali dan Bupati Tabanan. Bahkan, dua pekan lalu tim dari Bina Marga Provinsi Bali disebut telah melakukan pengecekan di lokasi.

"Kami pastikan ini segera mendapat penanganan, baik sementara maupun permanen," tegasnya.

Hasil koordinasi sementara menyebutkan penanganan akan segera dilakukan. Namun, hingga kini belum ada keputusan terkait penutupan akses jembatan. Pemerintah Kabupaten Tabanan masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Bali mengingat status jalan berada di bawah kewenangan provinsi.




(dpw/dpw)










Hide Ads