detikBali
Bali Sepekan

Tipiring Bakar Sampah, 2 ABK Dibakar Hidup-hidup, Roket China di Langit Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan
Bali Sepekan

Tipiring Bakar Sampah, 2 ABK Dibakar Hidup-hidup, Roket China di Langit Bali


Tim detikBali - detikBali

Prosesi pemakaman jenazah balita yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, Jumat (10/4/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Foto: Prosesi pemakaman jenazah balita yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, Jumat (10/4/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Denpasar -

Terdapat sejumlah peristiwa di Pulau Dewata yang menarik perhatian pembaca detikBali pekan ini, 6-12 April 2026. Mulai dari warga Bali yang ketahuan bakar sampah diancam tipiring, 2 ABK tewas dianiaya dan dibakar di Benoa, hingga viral benda bercahaya di langit Bali. Berikut rangkumannya.

Warga Bali yang Ketahuan Bakar Sampah Diancam Tipiring

Gubernur Bali Wayan Koster saat diwawanacacarGubernur Bali Wayan Koster saat diwawanacacar Foto: Rizki Setyo Samudero/detikBali

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan warga yang membakar sampah organik maupun anorganik terancam tindak pidana ringan (Tipiring). "Akan dilakukan penindakan penegak hukum. Iya dong ada tipiring," kata Koster di Kantor Gubernur Bali, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koster menilai pembakaran sampah yang dilakukan warga adalah hal buruk. Namun, ia harus memastikan apakah yang dibakar benar sampah atau kayu, bambu, dan sejenisnya.

ADVERTISEMENT

"Kalau kayu dibakar, bambu dibakar bekas upakara itu tidak ada masalah. Kalau yang dibakar itu sampah misalnya sampah residu atau sampah jenis lain yang dibakar, itu yang dilarang," jelasnya.

Sebelumnya, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung resmi tidak lagi menerima sampah organik mulai 1 April 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk mempercepat penguatan sistem pengolahan sampah berbasis sumber di tingkat desa, sesuai arahan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Dengan kebijakan tersebut, TPA Suwung kini hanya menerima sampah anorganik dan residu.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bali, I Made Dwi Arbani, mengatakan langkah ini merupakan respons atas tingginya komposisi sampah organik di Bali yang mencapai 65 persen dari total timbulan, dengan karakter kadar air yang tinggi.

"Selama ini sampah organik mendominasi timbulan di TPA. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gas metana yang mudah terbakar, bau tidak sedap, pencemaran lingkungan akibat lindi, serta mempercepat penuhnya TPA," kata Arbani dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PMI Asal Jembrana Bali Ditangkap di AS

PosterPoster Foto: Edi Wahyono

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial Putu JW dikabarkan ditangkap oleh otoritas berwenang di Florida, Amerika Serikat (AS). Pria asal Jembrana, Bali, itu diduga terlibat kasus kekerasan seksual hingga viral di media sosial.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan informasi mengenai warga Jembrana yang terjerat kasus hukum di AS. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana juga tengah memantau perkembangan kasus tersebut.

"Memang ada info tersebut dari media, (kejadian) di wilayah Florida. Tapi kami belum ada komunikasi dengan PMI tersebut dan keluarga juga belum bisa komunikasi. Kami masih melakukan koordinasi dengan Kepala BP3MI Bali," ungkap Mirah saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (9/4/2026).

Mirah menjelaskan pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di AS. Sejauh ini, ia mengaku hanya mengikuti perjalanan kasus tersebut melalui pemberitaan media lokal di Florida.

"Untuk sementara, kami belum dapat menyampaikan kronologi secara detail," imbuhnya.

Pemkab Jembrana, dia berujar, tengah berkoordinasi dengan BP2MI dan Kementerian Luar Negeri. Langkah ini diambil untuk memberikan pendampingan hukum serta memastikan Putu JW mendapatkan hak-haknya selama proses hukum berlangsung.

"Upaya pendampingan ini juga bertujuan untuk mencari informasi yang berimbang guna menjadi dasar dalam pengajuan permohonan perlindungan hukum bagi yang bersangkutan," pungkasnya.

Dua ABK Tewas Dikeroyok dan Dibakar di Benoa

Polresta Denpasar merilis kasus pembakaran dua pria di Benoa, dengan  menghadirkan lima pelaku, Jumat (10/4/2026).Polresta Denpasar merilis kasus pembakaran dua pria di Benoa, dengan menghadirkan lima pelaku, Jumat (10/4/2026). Foto: Abid Ahmad Ibrahim/detikBali

Dua jenazah anak buah kapal (ABK) ditemukan di sekitar kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Jumat (10/4/2026) pagi. Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi terbakar. Polisi telah menangkap lima pelaku dalam waktu kurang dari 10 jam setelah kejadian.
Peristiwa bermula saat korban ER (30) dan HA (29) bersama rekannya Budi mengonsumsi minuman keras di kawasan Dermaga Pelabuhan Benoa.

Dalam kondisi mabuk, ER melakukan panggilan video kepada salah satu pelaku, IS, dan diduga mengajak berkelahi sekaligus mengancam akan membunuh.
"Tepatnya dipukul kurang lebih pukul 03.00 dini hari, korban mengajak para pelaku untuk berantem lewat video call dalam pengaruh minuman beralkohol," ujar Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra, Jumat (10/4/2026).

Setelah saling tantang, korban mendatangi lokasi pertemuan di depan restoran Tuna Sirip Biru.

Lima pelaku datang menggunakan sepeda motor dan langsung menyerang. Korban dipukul menggunakan balok kayu dan batu, serta ditendang berulang kali.

"Saksi bersama dua korban langsung dipukul dan dikeroyok. Saksi kemudian melarikan diri dan bersembunyi di belakang restoran," kata Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Sekitar 30 menit setelah pengeroyokan, para pelaku kembali ke lokasi. Saat korban dalam kondisi lemah, pelaku menyiramkan bensin lalu membakar tubuh korban hidup-hidup.

"Setelah korban dalam keadaan lemah, kemudian pelaku datang kembali untuk membakar. Disiram bensin kemudian dibakar," kata Agus.

Saksi sempat melihat langsung aksi tersebut.

"Saksi keluar dan melihat ada beberapa orang membakar korban, kemudian menghubungi Kelian Adat Banjar Pesanggaran," kata Adi.

Keributan pertama kali terdengar sekitar pukul 04.30 Wita. Pecalang Banjar Pesanggaran, Wayan Diyantara, tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 Wita dan menemukan dua korban dalam kondisi terbakar.

Korban HA (29) mengalami luka bakar di tangan dan punggung serta luka terbuka di kepala dan pelipis.

Korban lainnya, ER, ditemukan tanpa baju dengan luka robek di bagian pinggang serta luka terbuka di pelipis.

Polisi bergerak cepat dan menangkap lima pelaku berinisial SA, DH, NU, DR, dan IS.

NU ditangkap lebih dulu sekitar pukul 12.45 Wita di kawasan Pelabuhan Benoa. Disusul IS, DH, dan DR di sebuah kos di Jalan Tukad Badung sekitar pukul 13.30 Wita. SA ditangkap sekitar pukul 14.45 Wita di Jalan Batas Dukuh Sari.

Balita di Buleleng Meninggal Akibat Demam Berdarah Dengue

Prosesi pemakaman jenazah balita yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, Jumat (10/4/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)Prosesi pemakaman jenazah balita yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, Jumat (10/4/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali) Foto: Prosesi pemakaman jenazah balita yang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, Jumat (10/4/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)

Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng memakan korban jiwa. Seorang anak perempuan berusia 4 tahun bernama Kadek Giara Dwitya Pradyanti meninggal dunia setelah terjangkit DBD.

Orang tua Kadek, Gede Andy Pradnyana, menuturkan gejala awal putrinya mengalami demam muncul pada Kamis (2/4). Andy juga sempat membawa anaknya itu berobat ke salah satu rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis sebelum diizinkan pulang.

Namun, kondisi Kadek tak kunjung membaik hingga keluarga memutuskan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium pada Sabtu (4/4). Keesokan harinya, Kadek kembali masuk instalasi gawat darurat (IGD) dan menjalani tes darah ulang.

"Di situ baru didiagnosis mengarah ke DBD," ujar Andy saat ditemui di Kelurahan Banyuning, Buleleng, Bali, Jumat (10/4/2026).

Kondisi Kadek tak kunjung membaik. Pada Senin (6/4), trombositnya turun drastis hingga 60 ribu mcL dan kembali merosot ke 30 ribu mcL keesokan harinya. "Siang harinya dinyatakan meninggal dunia," imbuh Andy.

Kepala Puskesmas III Buleleng, Siti Nurul Aisyah, mengungkapkan Kadek mengalami dengue shock syndrome (DSS), yakni kondisi berat dari demam berdarah dengue yang dapat menyebabkan syok. "Kami menerima laporan meninggal pada 7 April malam dari pihak rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng mencatat jumlah kasus DBD di Buleleng hingga awal April 2026 mencapai 109 kasus. Adapun, pengidap DBD didominasi usia produktif antara 15-44 tahun sebesar 42,2 persen.

"Untuk bayi di bawah satu tahun ada lima kasus (4,6 persen), sedangkan usia satu sampai empat tahun ada 10 kasus (9,2 persen)," kata Kepala Dinkes Buleleng, Sucipto.

Viral Benda Bercahaya di Langit Bali, BRIN: Itu Roket China

Tangkapan layar video milik warga yang melihat roket milik China melintas di langit Bali, Sabtu (11/3/2026). (Istimewa)Tangkapan layar video milik warga yang melihat roket milik China melintas di langit Bali, Sabtu (11/3/2026). (Istimewa) Foto: Tangkapan layar video milik warga yang melihat roket milik China melintas di langit Bali, Sabtu (11/3/2026). (Istimewa)

Beredar video rekaman warga yang melihat benda bercahaya di langit Bali pada Sabtu (11/4/2026) malam. Video tersebut direkam oleh warga dari berbagai wilayah baik Denpasar, Gianyar maupun Badung.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penjelasan terkait benda tersebut. Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa benda bercahaya tersebut merupakan roket milik China bernama Smart Dragon-3 atau Jielong-3.

"Itu peluncuran roket China Smart Dragon-3 atau Jielong-3 pada 11 April 2026 pukul 18.32 WIB," kata Thomas saat dikonfirmasi, Minggu (15/4/2026).

Roket tersebut diluncurkan melalui sistem peluncuran laut di Pantai Yangjiang, Guangdong, China. Ia menyampaikan jika lintasannya memang melewati langit Indonesia.

"Jielong adalah roket berbahan bakar padat yang meluncur sampai ketinggian 500 kilometer," jelasnya.


Thomas juga menambahkan, asap berwarna putih di ekor roket adalah semburan gas yang keluar selama melintasi atmosfer atas menuju antariksa.

"Misalnya adalah peluncuran satelit internet pada orbit sun-synchronous," imbuh Thomas.




(nor/nor)











Hide Ads