Sampah residu kian menggunung di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali. Tumpukan sampah yang tidak bisa didaur ulang itu membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung kewalahan. Di sisi lain, upaya mengoptimalkan pengolahan di TOSS Center masih terbentur aturan.
"Ini kami terus putar otak. Bagaimana mengatasi tumpukan sampah residu ini. Dulu sebelum TPA Sente ditutup, sampah residu dari sini kami buang ke sana. Sekarang satu-satunya tempat di sini," kata Kepala DLHP Klungkung I Dewa Komang Aswin ditemui detikBali di TOSS Center, Rabu (8/4/2026).
Saat ini, volume sampah harian dari wilayah perkotaan mencapai 30 hingga 35 ton per hari. Sementara kemampuan pengolahan dengan kondisi peralatan yang ada, tanpa melibatkan pihak ketiga, masih di bawah 20 ton per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TOSS Center Gema Santi juga telah mengalami kelebihan kapasitas sejak dicabutnya aturan pembayaran pengolahan sampah. Selain itu, peralatan yang dimiliki belum optimal, bahkan satu dari tiga alat dalam kondisi rusak.
Di tengah keterbatasan tersebut, DLHP Klungkung berupaya mengoptimalkan kapasitas pengolahan TOSS Center. Salah satu langkahnya adalah menunggu kedatangan tiga mesin pengolah sampah Andersons. Dengan tambahan mesin itu, kapasitas pengolahan diperkirakan bisa mencapai 24 ton per hari.
Dijelaskan, perusahaan pengolah sampah tersebut berencana melakukan uji coba tanpa pembiayaan pengolahan atau tipping fee. Hal ini dinilai sangat membantu di tengah kendala aturan pembiayaan pengolahan sampah yang telah dicabut kementerian.
Sembari menunggu uji coba tersebut, DLHP Klungkung juga berkoordinasi dengan BPKP serta meminta pendapat hukum kepada kejaksaan. Opsi lain yang disiapkan adalah mengajukan pengadaan alat pengolah sampah melalui anggaran perubahan.
"Jadi setelah nanti ada alat baru dan kita bisa menerapkan tipping fee dengan pihak ketiga, kita akan mampu mengolah sampai 80 ton per hari. Dan itu sudah sangat aman," terang Aswin.
Ia menambahkan, sejumlah desa kini sudah mampu mengolah sampah secara mandiri. Tanpa hal itu, diperkirakan gunungan sampah residu di TOSS Center akan terus meningkat.
(dpw/dpw)










































