Iran kembali mengguncang Kuwait dengan serangan ke fasilitas vital. Pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air menjadi sasaran, menewaskan satu pekerja asal India dan memicu kerusakan signifikan.
"Sebuah bangunan layanan di pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air diserang sebagai bagian dari agresi Iran terhadap Negara Kuwait, yang mengakibatkan kematian seorang pekerja India dan kerusakan material yang signifikan pada bangunan tersebut," kata juru bicara Kementerian Energi Kuwait Fatima Abbas Jawhar Hayat dilansir dari detikNews, Senin (30/3/2026).
Fatima mengatakan serangan itu juga mengakibatkan kerusakan bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan ini menambah panjang daftar agresi Iran ke Kuwait. Sebelumnya, sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan yang disebut sebagai balasan atas aksi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Iran juga berulang kali menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait. Pada Kamis (12/3), serangan menghantam Bandara Internasional Kuwait hingga menyebabkan kerusakan material.
Pada Rabu (11/3), Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan akan terus melancarkan serangan balasan atas aksi Amerika Serikat dan Israel. Quds bersumpah untuk membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan.
Dalam pernyataannya, Pasukan Quds menyebut serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
Mereka menyatakan serangan tersebut menyebabkan wafatnya Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior Iran dan warga sipil.
Pasukan Quds kembali menegaskan sumpahnya, mereka akan membuka pintu api bagi siapa saja dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan.
Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa musuh harus tahu bahwa hari-hari kenyamanan mereka telah berakhir, dan bahwa mereka tidak akan aman di mana pun di dunia - bahkan di rumah mereka sendiri.
"Kami tidak akan berhenti melawan sampai kesombongan global dan Zionisme internasional dihilangkan, dan bahwa kami akan membalas dendam atas kaum tertindas dan para martir dari para penindas dan kaum yang sombong," pungkasnya.
(dpw/dpw)










































