Hari Raya Nyepi berlangsung dengan suasana sunyi di Gianyar, Bali Sesuai tradisi, tidak terlihat satu pun warga maupun kendaraan yang lalu lalang di jalanan. Para turis asing yang berdiam diri di hotel tampak memiliki kesan berbeda saat merasakan keheningan Nyepi di Pulau Dewata.
"Saya suka suasana ini. Sepi dan hening. Setidaknya, tidak ada kendaraan yang mengklasonmu setiap saat," kata Hayly, turis asing asal Irlandia ditemui detikBali di Gianyar, Kamis (19/3/2026).
Hayly mengaku suasana tanpa orang dan kendaraan di jalanan Gianyar menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain tidak mendengar kebisingan lalu lintas, ia juga tetap bisa menikmati waktu bersama puluhan teman kuliahnya yang menginap di hotel yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hening Penyepian di Pulau Dewata |
"Kali pertama berwisata di Asia. Kali pertama Nyepi di Bali," katanya.
Berbeda dengan Hayly, Ruby yang juga warga asal Irlandia mengaku kurang nyaman dengan suasana keheningan saat Nyepi.
"Terlalu sepi. Saya tidak terbiasa dengan suasana ini," kata Ruby.
Meski begitu, Ruby tetap bisa menghabiskan waktu bersama teman kuliahnya selama mengikuti tur wisata di Bali. Ia mengaku masih dapat beraktivitas ringan di area hotel.
"Untungnya saya sedang berendam di kol renang hotel ini," katanya.
Pantauan detikBali, suasana sepi tanpa aktivitas manusia maupun kendaraan terlihat di Jalan Wisma Udayana. Sejak pagi pukul 09.00 Wita hingga pukul 11.12 Wita, tidak tampak seorang pun, termasuk pecalang yang biasanya berpatroli.
Kondisi serupa juga terlihat di area permukiman di sisi selatan Jalan Wisma Udayana. Keheningan terasa jelas di lingkungan warga yang berada di sekitar Stadion Kapten I Wayan Dipta.
(dpw/dpw)










































