detikBali

Duh! Ogoh-Ogoh di Tabanan Terbakar Saat Hari Pengerupukan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Duh! Ogoh-Ogoh di Tabanan Terbakar Saat Hari Pengerupukan


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Para pemuda STT Ananta Genta Laksana dibantu pemuda STT dari banjar lain menggarap ogoh-ogoh dari awal setelah kejadian kebakaran pada Rabu (18/3/2026).
Para pemuda STT Ananta Genta Laksana dibantu pemuda STT dari banjar lain menggarap ogoh-ogoh dari awal setelah kejadian kebakaran pada Rabu (18/3/2026). (Foto: Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Ogoh-ogoh karya STT Ananta Genta Laksana, Banjar Pasekan Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, ludes terbakar saat memasuki Hari Pengerupukan, dini hari tadi. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Ketua STT Ananta Genta Laksana, Ida Bagus Satyatama Wiradharma, saat ditemui di lokasi menjelaskan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 Wita. Ogoh-ogoh tersebut sebelumnya diletakkan di sebelah selatan bale banjar.

"Jam 01.00 dini hari aktifitas pemuda sudah steop. Kemudian jam 02.00 dini hari, pemuda berteduh dan kembali ke bale banjar karena hujan. Saat di bale banjar itu, beberapa menit kemudian ada satu pemuda melihat kobaran api di jalan, setelah di cek ternyata ogoh-ogohnya terbakar," jelas Satyatama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pemuda kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 03.00 Wita, satu unit mobil damkar tiba di lokasi.

ADVERTISEMENT

Setelah sekitar 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, ogoh-ogoh tersebut nyaris habis terbakar dan hanya menyisakan beberapa material seperti rangka besi dan bilah bambu.

Dibuat Ulang dari Nol

Tak ingin menyerah, pihak STT langsung menggelar rapat dadakan untuk menentukan kelanjutan ogoh-ogoh tersebut. Hasilnya, ogoh-ogoh diputuskan untuk dibuat ulang dari awal.

"Jam setengah lima subuh semua mengerjakan kembali dari awal. Bahan-bahan yang tersisa semua dimaksimalkan. Syukurnya dibantu oleh pemuda dari banjar lain di Desa Adat Kota Tabanan," jelasnya.

Satyatama optimistis ogoh-ogoh tersebut dapat diselesaikan sebelum pukul 14.00 Wita. Pasalnya, STT Ananta Genta Laksana dijadwalkan mengikuti parade ogoh-ogoh Kota Tabanan.

"Dari awal pengerjaan sampai target ada waktu sekitar 10 jam. Kami optimis bisa selesai. Meskipun tidak sama seperti sebelum terbakar," jelasnya.

Ia menambahkan, ogoh-ogoh yang dibuat ulang tetap mengusung tema yang sama, yakni kisah Arjuna Wiwaha. Sebelumnya, ogoh-ogoh tersebut diketahui menelan biaya hingga Rp 20 juta dengan waktu pengerjaan sekitar satu setengah bulan.

Pihak pemuda pun menganggap peristiwa ini sebagai musibah dan memilih mengikhlaskannya, meski penyebab kebakaran masih dirasa janggal.

"Ogoh-ogoh itu sebenarnya hanya menyentuh kabel WiFi. Selain itu, instalasi listrik dan genset di ogoh-ogoh belum terpasang. Kami sudah mengikhlaskan dan menganggap ini adalah musibah," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads