Manajemen Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, meminta PO bus menggeser jam keberangkatan yang semula pagi menjadi siang dan sore hari sejak beberapa hari. Kebijakan ini diambil sembari menunggu terurainya kepadatan arus lalu lintas di Jalan Denpasar-Gilimanuk.
Kepala Wilayah Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, menjelaskan kondisi di Pelabuhan Gilimanuk juga menjadi pertimbangan agar bus tidak tertahan terlalu lama di jalur utama. Saat ini, pengelola terminal masih membahas rencana jadwal operasional bus atau jam keberangkatan untuk H-3 Lebaran atau Rabu (18/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kami meeting dulu terkait skenario besok menjelang Nyepi. Kami sembari melihat kondisi penumpang dan keberangkatan hari ini," ujar Tantara, Selasa (17/3/2026).
Menurut Tantara, jumlah penumpang yang mudik melalui Terminal Mengwi hari ini mulai menurun dibandingkan tiga hari terakhir. "Makanya tadi pagi terminal masih sepi. Kami sudah imbau melalui grup Forkom agar jadwal dirubah ke siang dan sore hari," imbuhnya.
Tantara menuturkan panjangnya antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk berdampak signifikan terhadap proses penjemputan bus dari arah Jawa menuju Bali. Kondisi tersebut memicu penumpukan penumpang di terminal. Bahan sejumlah penumpang terpaksa harus menginap di terminal lantaran bus yang menjemput mereka tak kunjung datang.
"Imbas macet ini membuat penumpang ada yang menginap karena busnya telat datang. Kami sudah imbau PO bus untuk tidak berangkat pagi supaya tidak menambah antrean di Gilimanuk," kata Dewa Tantara.
Durasi keterlambatan bus akibat kemacetan ini bervariasi dan sulit diprediksi secara pasti. Berdasarkan pantauan di lapangan, selisih waktu keterlambatan sekitar 6-10 jam. Sebagai solusi atas keterlambatan itu, sejumlah PO bus berinisiatif untuk menyewa bus pariwisata untuk mengangkut pemudik.
Diketahui, puncak arus mudik terjadi pada Minggu (15/3) dan Senin kemarin (16/3). Warga yang hendak mudik melalui Terminal Mengwi diprediksi akan terus berlangsung sampai Selasa hari ini.
Terminal Mengwi mencatat data terakhir keberangkatan penumpang bus AKAP menuju Pulau Jawa sebanyak 2.835 orang per hari Senin (16/3) menggunakan 129 armada bus. Pergerakan pemudik terlihat mulai menurun meski masih padat jika dilihat dari jumlah penumpang pada Minggu (15/3) yang mencapai 3.923 orang penumpang.
Pembatasan Operasional Kendaraan Sumbu 3
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Jenderal Bina Marga, serta Korps Lalu Lintas Polri menerapkan pembatasan operasional kendaraan barang selama arus mudik Lebaran 2026. Aturan ini berlaku sejak 13-29 Maret 2026.
Meski begitu, kendaraan sumbu tiga atau lebih masih ditemukan melintas di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk. Adapun ruas jalan yang menjadi fokus pembatasan meliputi jalur Denpasar-Gilimanuk dan Denpasar-Nusa Dua, yang merupakan jalur utama pergerakan kendaraan saat arus mudik.
Jenis kendaraan yang dilarang melintas antara lain mobil barang atau truk dengan sumbu tiga atau lebih, kendaraan dengan kereta tempelan maupun gandengan, serta kendaraan pengangkut hasil galian, tambang, dan material bangunan.
Meski demikian, pembatasan ini tidak berlaku bagi kendaraan yang mengangkut kebutuhan vital. Misalkan kendaraan pengangkut BBM atau BBG, uang, hewan ternak, pakan ternak, serta barang kebutuhan pokok tertentu.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan tersebut demi kelancaran arus mudik. "Anggota di lapangan akan melakukan penertiban kepada kendaraan sumbu tiga yang masih melintas, dan sementara akan dipinggirkan," ujarnya, Selasa (17/3).
Ariasandy juga meminta para pelaku usaha angkutan, khususnya kendaraan sumbu tiga, agar ikut berperan aktif mengingatkan para sopir terkait aturan yang telah disepakati. Ia menegaskan kepatuhan terhadap pembatasan ini sangat penting untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur mudik.
(iws/iws)










































