Polisi terus berupaya memastikan mobilitas bus yang melintasi jalur Denpasar-Gilimanuk, khususnya di wilayah Badung tetap lancar. Gelombang pemudik diperkirakan terus memadati Terminal Mengwi, Badung, Selasa (17/3/2026) hari ini hingga besok demi mengejar jadwal operasional penyeberangan.
Pelabuhan Gilimanuk resmi ditutup sementara saat Hari Raya Nyepi, 19 Maret 2026. Kondisi itu memicu pergerakan massa secara masif agar bisa sampai di Pulau Jawa lebih awal.
"Kami memastikan jalur utama ini tetap lancar, tidak ada hambatan dan selama operasi (Ketupat Agung 2026) sudah kami lakukan langkah-langkah, terutama di titik-titik hambatan dan penguraian kepadatan kendaraan," kata Kabag Ops Polres Badung, Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, momen Lebaran kali ini juga kembali berbarengan dengan rangkaian perayaan Nyepi sejak beberapa hari terakhir, seperti prosesi melasti. Petugas di lapangan telah melakukan rekayasa lalu lintas serta berkolaborasi dengan pecalang untuk mengatur titik pemadatan arus.
"Kami memperhatikan puncaknya sangat padat, baik masyarakat Bali sendiri maupun yang keluar ke arah Jawa. Besok (Rabu) siang atau sore mungkin sudah agak lebih longgar setelah rangkaian melasti selesai," ujar Sudarsana.
Guna menjamin keamanan di area terminal, Polres Badung mendirikan Pos Pelayanan (Posyan) yang siaga selama 24 jam. Sebanyak 21 personel Polri diterjunkan untuk mengawal area dari pintu masuk terminal hingga ke Simpang Cempaka.
"Kami mendirikan Posyan di Terminal Mengwi ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemudik sampai ke tujuan dengan bahagia. Selain polisi, ada juga bantuan personel dari TNI, Dishub, Satpol PP, Damkar, hingga Dinas Kesehatan," jelasnya.
Selain pengamanan personel, petugas juga mengantisipasi kemacetan dengan melakukan pembatasan operasional kendaraan tertentu. Kendaraan angkutan barang sumbu 3 untuk sementara waktu ditempatkan di kantong parkir bagian belakang terminal.
"Tiga hari terakhir kami sudah kandangkan kendaraan sumbu 3 di belakang terminal bus. Kemudian saat jalan sudah lengang, atas izin dari pengendali operasi Biro Ops Polda, truk-truk baru kami berangkatkan lagi. Ya agar tidak menambah padat menuju Gilimanuk," pungkas Sudarsana.
(hsa/hsa)










































