detikBali

Malam Pengerupukan Denpasar Dijaga 1.200 Aparat Gabungan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Malam Pengerupukan Denpasar Dijaga 1.200 Aparat Gabungan


Abid Ahmad Ibrahim - detikBali

Sejumlah pemuda mengarak ogoh-ogoh atau karya seni patung dalam kebudayaan Bali pada Kasanga Festival 2026 di Denpasar, Bali, Jumat (6/3/2026). Lomba ogoh-ogoh yang digelar Pemerintah Kota Denpasar tersebut menampilkan 16 ogoh-ogoh terbaik se-Denpasar sebagai bentuk apresiasi bagi kreativitas para pemuda dalam menjaga tradisi sekaligus menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Sejumlah pemuda mengarak ogoh-ogoh atau karya seni patung dalam kebudayaan Bali pada Kasanga Festival 2026 di Catur Muka, Denpasar, Bali, Jumat (6/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Denpasar -

Ribuan warga diperkirakan memadati Kota Denpasar saat malam Pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi 2026. Mengantisipasi lonjakan keramaian itu, Polresta Denpasar menyiagakan sekitar 1.200 personel gabungan untuk melakukan pengamanan di berbagai titik, terutama di kawasan Lapangan Puputan Badung Catur Muka yang kerap menjadi pusat perhatian saat parade ogoh-ogoh berlangsung.

Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang mengatakan ribuan personel tersebut merupakan gabungan dari berbagai unsur.

"Personel yang kami kerahkan sekitar 1.200 orang, terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta pecalang dari desa adat yang menjadi unsur utama pengamanan berbasis adat," ujar Leonardo, Senin (16/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pengamanan difokuskan di titik-titik strategis yang diperkirakan menjadi pusat keramaian dan jalur pawai ogoh-ogoh. Kawasan Catur Muka menjadi perhatian utama karena biasanya menjadi lokasi parade maupun atraksi ogoh-ogoh terbaik di Kota Denpasar.

ADVERTISEMENT

Selain Catur Muka, pengamanan juga diperketat di sejumlah persimpangan utama atau catus pata untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah kemacetan saat pawai berlangsung. Personel juga disebar ke wilayah desa adat dan banjar-banjar yang menggelar pawai ogoh-ogoh secara lokal.

"Kawasan wisata seperti Sanur juga masuk dalam fokus pengamanan kami karena terdapat agenda festival yang diperkirakan menarik banyak pengunjung, seperti Sanur Metangi Festival," ujarnya.

Polresta Denpasar juga menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mendukung kelancaran kegiatan, termasuk rekayasa lalu lintas serta sterilisasi ruas jalan yang dilintasi ogoh-ogoh.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga akan melakukan patroli lapangan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminal, khususnya di rumah-rumah warga yang ditinggalkan saat menyaksikan pawai ogoh-ogoh maupun saat persiapan menyepi.

Leonardo juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Ia juga mengingatkan peserta pawai agar tidak mengonsumsi minuman keras saat mengarak ogoh-ogoh guna mencegah potensi gesekan antar kelompok.




(dpw/dpw)










Hide Ads