Pedagang di Pasar Denpasar Diminta Bawa Pulang Sampahnya Seusai Berjualan

Sui Suadnyana, Firizqi Irwan - detikBali
Jumat, 13 Mar 2026 22:56 WIB
Foto: Suasana di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, Senin (15/12/2025). (Maria Christabel DK/detikBali)
Denpasar -

Para pedagang di Denpasar, Bali, khususnya yang berjualan di pasar yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma, diminta membawa pulang sampahnya yang timbul dari aktivitas berjualan.

"Iya, para pedagang kami minta bawa sendiri sampahnya untuk dikelola mandiri," jelas Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (13/3/2026).

Kompyang menjelaskan langkah ini diambil untuk menangani permasalahan sampah menjelang penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung dalam waktu dekat. Kebijakan ini berlaku sementara sambil menunggu kabar lebih lanjut terkait pengelolaan sampah di pasar.

"Mulainya tanggal 9 Maret 2026 dan berlaku sementara," sambung Wiranata.

Wiranata mengklaim solusi membawa pulang sampah yang dihasilkan saat berjualan berasal dari ide pedagang di pasar. "Ya dari pedagang itu sendiri, barang dagangan yang menghasilkan sampah," terangnya.

"Sementara waktu sampahnya dibawa pulang atau saat mau berdagang sudah dipilah terlebih dahulu sehingga tidak semua dibuang di pasar," sambung Wiranata.

Di sisi lain, Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar kini menghentikan penarikan retribusi sampah dari pedagang. Penarikan retribusi disetop karena pedagang diminta untuk membawa kembali sampahnya dan dikelola secara mandiri di rumah.



Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork