detikBali

Benarkah Kabut Asap Karhutla Sudah Sampai ke Bali?

Terpopuler Koleksi Pilihan

Benarkah Kabut Asap Karhutla Sudah Sampai ke Bali?


Izzul Wafa - detikBali

Citra satelit wilayah terdampak asap karhutla ditunjukkan dengan garis berwarna ungu, Bali tidak termasuk
Foto: Dok BMKG Bali
Denpasar -

Cuaca panas yang belakangan melanda Bali ditambah laporan sejumlah warga yang melihat langit tampak abu-abu gelap memunculkan dugaan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan telah sampai ke Pulau Dewata.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Bali, Aminudin Al Roniri, menjelaskan Bali tidak termasuk wilayah yang terdampak sebaran asap karhutla berdasarkan pemantauan yang dilakukan BMKG.

"Nggih benar, tidak ada berkaitan dengan asap karhutla yang sedang terjadi," kata Aminudin saat dikonfirmasi detikBali, Selasa (20/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan peta sebaran asap karhutla, wilayah terdampak mencakup sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan, sedangkan Bali berada di luar area yang ditandai.

Aminudin menjelaskan sebaran asap mengarah ke barat laut dan utara akibat pengaruh angin dari arah timur hingga tenggara. Karena itu, dugaan kabut asap karhutla dari Kalimantan sampai ke Bali belum didukung oleh pemantauan tersebut.

ADVERTISEMENT

Terkait cuaca panas yang dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir, Aminudin menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan posisi semu Matahari yang berada di Belahan Bumi Selatan (BBS) sejak 16 Oktober 2026, setelah melintasi garis khatulistiwa pada September lalu.

Posisi tersebut membuat wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Bali, menerima penyinaran Matahari yang lebih intens. Kondisi ini semakin terasa karena Bali masih berada dalam periode musim kemarau hingga November mendatang.

Adapun terkait laporan warga yang melihat langit tampak abu-abu gelap, Aminudin mengingatkan perlunya pemeriksaan kondisi di sekitar lokasi untuk mengetahui penyebabnya.

"Harus dicek terlebih dahulu kondisi wilayah sekitar. Apakah terdapat pembakaran lahan atau sampah di daerah sana, sehingga menyebabkan polusi udara seperti itu," jelasnya.



(mud/mud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads