Revitalisasi Pasar Kreneng, Denpasar, Bali, direncanakan memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 140 miliar. Proyek ini rencananya bakal dikerjakan Kementerian PU.
Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, mengatakan tengah mematangkan DED untuk revitalisasi Pasar Kreneng. Pemkot Denpasar juga sudah bertemu perwakilan Kementerian PU di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha. Pertemuan itu difasilitasi Gubernur Bali, Wayan Koster.
"Atas saran dari Kementerian PU, kami diminta untuk mengajukan proposal revitalisasi Pasar Kreneng. Secara konsep DED itu sudah ada, budget-nya Rp 140 miliar dan nanti kami mohonkan supaya bisa dikerjakan dengan APBN melalui Kementerian PU," terang Suadi saat ditemui di DPRD Denpasar, Selasa (29/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Revitalisasi rencananya menyasar kios dan los yang sudah rapuh, kumuh, dan bagian-bagian lain yang memang harus ditangani segera. Selain kumuh, fungsi sirkulasi dan berbagai pengaturan lain di Pasar Kreneng juga sudah luntur.
"Kondisi pasar sudah terlihat seperti itulah, sudah kumuh, (tetapi) bangunannya secara struktur masih bagus, cuman ya namanya bangunan lama. Sudah lebih dari 30 tahun, dari sisi maintenance tentu kami perlu mengeluarkan uang yang banyak," terang Suadi.
Foto: Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, saat ditemui di DPRD Denpasar, Selasa (29/9/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali) |
Menurut Suadi, kewenangan utama revitalisasi Pasar Kreneng berada di Disperindag Denpasar. Musababnya, Kemendag yang akan merekomendasikan pengerjaan proyek revitalisasi kepada Kementerian PU.
Menurut Suadi, masih banyak proses dan persyaratan yang harus dilengkapi. Perumda Pasar Sewakadarma harus menginput ke dalam sistem permohonan. Jika permohonan dinyatakan lengkap, akan dilanjutkan verifikasi dari hasil peninjauan Kemendag dan Kementerian PU ke Pasar Kreneng.
"Nanti atas rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan ke PU, baru (Kementerian) PU masuk ke dalam tahap perencanaan. Makanya target kami di tahun 2028 karena 2027 kami fokus ke DED dan segala macam persyaratannya," jelas Suadi.
Konsep Revitalisasi
Suadi mengungkapkan Pasar Kreneng rencananya akan dibongkar total dalam rencana revitalisasi. Atas arahan Kementerian PU, Pemkot Denpasar tak diizinkan membangun Pasar Kreneng melebihi tiga lantai.
Secara umum, konsep revitalisasi Pasar Kreneng rencananya dibuat dengan tinggi dua lantai, salah satunya terdiri atas satu lantai basemen model mezzanine. "Jadi setengahnya sudah di atas tanah yang ada sekarang, setengahnya lagi baru dia turun ke bawah tanah," terang Suadi.
Konsep basemen tersebut adalah menduplikasi Pasar Ubud. Sesuai arahan kementerian terkait, Pasar Ubud dianggap paling berhasil dalam menyeimbangkan antara kondisi kekinian dengan perdagangan tumpah ala terdahulu.
Sesudah revitalisasi, basemen Pasar Kreneng akan diatur dengan membuat dua sif operasional, yakni pagi untuk pasar tumpah, malam untuk pasar kamboja. Bahkan, bakal ada gudang yang disiapkan untuk menyimpan gerobak dari para pedagang.
"Karena masih berproses, itu rencana awal kami dan sekali lagi basemen ini bukan basemen yang tenggelam sepenuhnya, tetapi basemen yang mungkin setengahnya kelihatan dari jalan," terang Suadi.
Lingkungan Ditata
Selain fokus ke desain Pasar Kreneng, Pemkot Denpasar juga diminta untuk memasukkan hasil rencana penataan lingkungan. Menurut Suadi, rencana itu masuk dalam persyaratan yang diperlukan.
Beberapa jalan yang mengimpit Pasar Kreneng, juga akan masuk dalam rancangan penataan. Salah satu yang bakal ditata adalah Jalan Rijasa.
Tak cuma itu, beberapa rencana lain juga bakal masuk dalam penataan. Salah satu yang dipertimbangkan adalah soal adanya terminal. "Terminal ini akan dipertahankan di atasnya, mungkin di bawahnya itu sudah masuk ke basemen mungkin seperti itu," terang Suadi.
Suadi mengungkapkan ada sebanyak 1.178 pedagang yang berjualan di Pasar Kreneng. Setelah direvitalisasi, Pasar Kreneng akan mempertahankan kapasitas yang sudah ada. Kemendag bahkan meminta agar tak ada lagi penambahan pedagang.
"Makanya kami akan berproses. Itu dah 1.178 yang akan kami pertahankan, tetapi kalau dalam perencanaan itu ternyata masih punya ruang untuk menambah, baru kota akan ambil peluang itu," jelas Suadi.
Selama proses revitalisasi, sebanyak 1.178 akan dipindah sementara waktu ke area lapangan Pameran Kreneng atau sebelah selatan Pasar Kreneng. "Itu sih yang paling possible sementara pemindahan pedagang," terang Suadi.
(iws/iws)
