Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang mahasiswa berusia 22 tahun ditemukan tewas diduga bunuh diri di dasar Jembatan Shortcut 7, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (26/2/2026). Korban ditemukan setelah warga curiga dengan sepeda motor yang terparkir berjam-jam di pinggir jembatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui bernama I Putu Gde PNT (22). Ia merupakan warga Kecamatan Buleleng.
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan, peristiwa itu terungkap berawal dari kecurigaan warga bernama Wayan Somarata (54) yang melihat sepeda motor terparkir cukup lama di pinggir jembatan.
"Pada pukul 09.00 Wita, saksi melihat sepeda motor Honda Sonic warna hitam DK 2069 UBQ terparkir di pinggir Jembatan Shortcut 7. Saat itu saksi mengira pemiliknya sedang berfoto di sekitar lokasi, sehingga tidak menaruh curiga," kata Yohana, Kamis (26/2/2026).
Namun, saat saksi kembali dari kebun sekitar pukul 12.15 Wita, motor tersebut masih berada di tempat yang sama. Merasa curiga, saksi kemudian mengecek area sekitar jembatan, tetapi tidak menemukan siapa pun.
Ia lalu menghubungi kepala dusun dan bersama warga melakukan pencarian ke bawah jembatan. Warga akhirnya menemukan jasad korban di dasar jurang dalam kondisi tergeletak. Korban mengenakan jaket dan celana panjang berwarna hitam.
Aparat gabungan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Polsek Sukasada langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang curam. Petugas bahkan membuat tenda darurat menggunakan bambu dan karung untuk membantu proses pengangkatan jenazah.
Tim medis dari Puskesmas Sukasada II bersama Unit Inafis Polres Buleleng melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
"Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan korban mengalami patah tulang pada kaki, luka di bagian kepala, serta mengeluarkan darah dari mulut," jelas Yohana.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Buleleng sekitar pukul 15.00 Wita menggunakan ambulans untuk menjalani autopsi. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti di lokasi kejadian
(nor/nor)










































