Seorang perempuan bernama Komang Redani (40), warga Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, ditemukan meninggal dunia di dasar jurang air terjun Tukad Tangis. Korban sebelumnya dilaporkan menghilang selama dua hari karena tidak pulang ke rumah.
Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz mengatakan titik terang kasus ini muncul saat suami korban menerima informasi mengenai sepeda motor dan sandal yang diduga milik korban di jalur setapak dekat jurang, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 12.40 Wita.
"Setelah dipastikan kendaraan tersebut milik korban, saksi berkoordinasi dengan aparat desa dan melaporkannya ke kepolisian," kata Yohana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, keluarga, dan warga kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi. Korban akhirnya ditemukan oleh seorang warga di dasar jurang Tukad Tangis dengan kedalaman sekitar 40 meter.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi tertelungkup di atas tumpukan ranting bambu. Selanjutnya, korban dievakuasi secara gotong royong dan dibawa ke rumah duka untuk pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas II Sukasada tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Tidak ditemukan luka berat, hanya lecet ringan yang diduga akibat benturan saat jatuh," jelas Yohana.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan menceburkan diri ke jurang. Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
"Kami turut berbelasungkawa, dan keluarga menyatakan ikhlas atas kepergian korban," tutupnya.
(dpw/dpw)










































