Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti, mengecek proyek penataan Pantai Candidasa, Karangasem, Bali. Proyek penataan atau konservasi dilakukan untuk mencegah abrasi Pantai Candidasa makin parah.
"Di sepanjang Pantai Candidasa ini terjadi abrasi sehingga kami lakukan konservasi agar tidak makin parah," kata Diana saat meninjau proyek penataan Pantai Candidasa, Minggu (25/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diana mengecek proyek itu seusai meninjau proyek pembangunan sekolah rakyat di Kecamatan Kubu, Karangasem. Diana dalam kunjungan itu melakukan penyisiran bersama rombongan di sepanjang pantai yang dalam proses pengerjaan.
Konservasi serta penataan tersebut, jelas Diana, diharapkan bisa mengembalikan suasana pesisir Pantai Candidasa seperti dahulu. Penataan bahkan bisa membuat Pantai Candidasa lebih baik. Sebab, penataan bukan hanya untuk mencegah abrasi, tetapi juga mempercantik pesisir pantai.
Diana mengungkapkan anggaran untuk konservasi Pantai Candidasa berasal dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Proses pengerjaannya telah dilakukan sejak 2024 dan ditargetkan selesai pada akhir 2027.
"Mudah-mudahan pengerjaan bisa selesai tepat waktu dan kualitasnya harus tetap diperhatikan untuk keberlanjutan lingkungan. Sedimentasi sungai juga harus diperhatikan," ujar Diana.
Konservasi Pantai Candidasa merupakan yang pertama di Bali. Pulau Dewata adalah daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Jika pantainya terjadi abrasi, tentu tidak enak untuk dilihat dan dapat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan.
"Kami juga berharap agar masyarakat sekitar mendukung sepenuhnya proyek ini demi kelancaran pengerjaan," harap Diana.
Sebagai informasi, proyek penataan Pantai Candidasa dilaksanakan oleh PT Hutama Karya dengan panjang mencapai 5,5 kilometer (km). Anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 500 miliar lebih.
(iws/iws)










































