detikBali

Gus Miftah Mau Usul ke Prabowo: Jadikan Mataram 'Kota Bhinneka Tunggal Ika'

Terpopuler Koleksi Pilihan

Gus Miftah Mau Usul ke Prabowo: Jadikan Mataram 'Kota Bhinneka Tunggal Ika'


Ahmad Viqi - detikBali

Gus Miftah bersama Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati ditemui di Pendopo Walikota Mataram, Rabu malam (12/8/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Foto: Gus Miftah bersama Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati ditemui di Pendopo Walikota Mataram, Rabu malam (12/8/2026). (Foto: Ahmad Viqi/detikBali).
Mataram -

Mantan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, terpukau melihat kerukunan lintas agama di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia berencana mengusulkan Mataram menjadi 'Kota Bhinneka Tunggal Ika' kepada Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu disampaikan Gus Miftah setelah menghadiri acara Zikir dan Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB di Taman Sangkareang, Mataram, Rabu malam (12/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan detikBali, dalam acara tersebut, para tokoh dan jemaah dari berbagai pemeluk agama berkumpul di lapangan Sangkareang untuk melafalkan doa sesuai keyakinan masing-masing demi keutuhan NKRI. Bahkan Gus Miftah sempat memanggil semua tokoh lintas agama untuk sekedar saling menyapa di atas panggung.

Gus Miftah mengatakan toleransi dan kerukunan lintas agama terjalin erat di Kota Mataram. Hampir semua tokoh dari enam agama di Kota Mataram mulai dari Islam, Budha, Konghucu, Protestan, Katolik dan Hindu ikut melantunkan doa sesuai ajaran agama masing-masing.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir ini fenomena yang luar biasa. Di lapangan terbuka, tokoh lintas agama dengan jemaahnya masing-masing bisa berkumpul bersatu, melafalkan doa dengan bahasa masing-masing di tempat yang sama," ujar Gus Miftah usai menghadiri acara.

Dia menilai indahnya kebersamaan lintas agama di Mataram patut dijadikan tradisi dan percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia.

"Kegiatan malam ini menjadi masukan yang nanti bisa kami sampaikan kepada Bapak Presiden, bagaimana ke depannya Mataram ini bisa menjadi identitas nasional sebagai Kota Bhinneka Tunggal Ika," tegasnya.

Wakil Ketua DPR RI sekaligus Legislator dapil NTB I (Pulau Lombok), Sari Yuliati, mengaku bangga atas kuatnya tali persaudaraan antarumat beragama di NTB. Menurutnya, meskipun mayoritas penduduk NTB beragama Islam hak-hak dan keharmonisan masyarakat minoritas tetap terjaga dengan sangat baik.

"Umat minoritas bisa tetap hidup guyub bersama dalam kebhinekaan. Saya pernah datang ke salah satu SD di Cakranegara yang mayoritas siswanya beragama Hindu bersama siswa agama lainnya; mereka bisa bersekolah dengan aman tanpa mengalami perundungan maupun rasisme. Ini modal besar bagi persatuan," kata Sari.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Aziz, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Gus Miftah dan dukungan DPR RI. Ia mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat yang hadir di Taman Sangkareang datang dari berbagai kabupaten/kota di NTB, termasuk jemaah dari Pulau Sumbawa.

"Masyarakat dari semua lintas agama hari ini sangat bersemangat. Ini bukti nyata komitmen luar biasa warga dalam menjaga keharmonisan di NTB serta merawat bangsa dan negara," pungkas Zamroni.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads