detikBali

Hampir Dua Pekan, Warga Kampial Terganggu Asap Pembakaran Sampah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Hampir Dua Pekan, Warga Kampial Terganggu Asap Pembakaran Sampah


Fabiola Dianira - detikBali

Lahan di antara Jalan Mundeh I dan Jalan Palapa I, kawasan Kampial, Kuta Selatan, Badung, yang mengeluarkan asap pembakaran hingga mengganggu warga sekitar, Jumat (23/1/2026)(Fabiola Dianira)
Foto: Lahan di antara Jalan Mundeh I dan Jalan Palapa I, kawasan Kampial, Kuta Selatan, Badung, yang mengeluarkan asap pembakaran hingga mengganggu warga sekitar, Jumat (23/1/2026)(Fabiola Dianira)
Badung -

Asap berasal dari pembakaran sampah di antara Jalan Mundeh I dan Jalan Palapa I, kawasan Kampial, Kuta Selatan, Badung, dilaporkan masih mengganggu warga hingga hampir dua pekan terakhir. Asap tersebut muncul di tengah kawasan permukiman warga.

Salah seorang warga, Arie Lesmana, yang tinggal di kawasan Perdana Kampial Residence, mengungkapkan pada pekan lalu bau asap tercium cukup kuat selama tiga hari berturut-turut. Bahkan, keluhan serupa juga disampaikan warga lain melalui media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam minggu lalu itu ada tiga hari berturut-turut itu bahwa asapnya lumayan terasa banget. Dan waktu itu di hari ketiga, istri saya sih sempat lihat story dari istrinya Samuel Zylgwyn sempat posting tentang asap yang mengganggu mereka juga," katanya saat dihubungi detikBali, Jumat (23/1/2026).

Menurut Arie, bau asap sempat berkurang. Namun kembali muncul secara konsisten sejak awal pekan ini, mulai Senin (19/1/2026) hingga paling terasa Kamis (22/1/2026) pagi.

ADVERTISEMENT

"Nah, minggu ini dari hari Senin sampai tadi pagi, setiap hari baunya ada. Dan Kamis pagi itu paling parah," ungkapnya.

Ia menyebut bau asap tersebut sudah masuk ke dalam rumah. Sehingga dirinya terpaksa menutup seluruh ventilasi udara.

"Jadi benar-benar kayak masuk ke ruang tamu, masuk ke rumah, saya sampai harus nge-seal semua ventilasi udara itu, terus saya tutup-tutupi jadinya karena di rumah juga ada bayi," beber Arie.

Arie mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke layanan darurat 112 dan Dinas Pemadam Kebakaran Badung dengan tanggapan kesulitan akses. Arie pun menyarankan untuk menyemprot menggunakan karena ini kan menyangkut kepentingan orang banyak untuk kesehatan.

Tak hanya Arie, pedagang warung di sekitar lokasi juga mengeluhkan. Menurutnya, pedagang tersebut mengaku telah mencium bau asap selama beberapa hari terakhir dan kebingungan untuk melapor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya, telah mengusahakan beberapa kali untuk menghilangkan asap tersebut. Ia menyampaikan bahwa kebakaran tersebut diduga terjadi secara alami akibat gas metana.

"Sering sekali sudah kami tangani kejadian itu. Itu terbakar dengan sendirinya karena gas metana," ujarnya.

Namun, Wirya mengaku mengalami kendala dalam penanganan karena sulitnya akses menuju titik api. "Kesulitan kami, akses ke titik api tidak ada. Dibutuhkan alat pengurai baru bisa kami tembak," jelasnya.



(nor/nor)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads