detikBali

Sungai Berawa Menyempit, 9 Pemilik Bangunan Dipanggil Satpol PP

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sungai Berawa Menyempit, 9 Pemilik Bangunan Dipanggil Satpol PP


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Koordinasi dengan perwakilan pemilik bangunan di sekitar sungai kawasan Jalan Sri Kahyangan, Tibubeneng di kantor Satpol PP Badung, Kamis (22/1/2026).
Koordinasi dengan perwakilan pemilik bangunan di sekitar sungai kawasan Jalan Sri Kahyangan, Tibubeneng di kantor Satpol PP Badung, Kamis (22/1/2026). (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Satpol PP Badung kembali memanggil sembilan pemilik bangunan yang berada di hulu aliran sungai kawasan Jalan Sri Kahyangan, Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara. Pemanggilan tahap kedua ini dilakukan untuk mengklarifikasi perizinan bangunan sekaligus meminta kesediaan pemilik memundurkan tembok sejauh satu meter dari bibir sungai.

"Kami sudah panggil lagi sembilan perwakilan pemilik bangunan. Itu yang adanya di hulu sungai, bukan di hilir. Di hulu itu juga yang sangat berpengaruh kepada aliran irigasi sungai," ujar Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat ditemui di kantornya, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkab Badung berencana membangun jalan inspeksi di sepanjang alur sungai tersebut. Jalur ini diperlukan untuk memantau kebersihan dan kelancaran aliran air, sekaligus memberi akses bagi petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam mengangkut sampah maupun sedimen yang menyumbat irigasi.

"Intinya pemerintah tidak mengambil satu meter itu untuk menjadi hak milik pemerintah, tidak. Karena tujuan kami adalah membuat jalan inspeksi untuk memastikan kebersihan dan kelancaran dari saluran irigasi tersebut," jelas Suryanegara.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil klarifikasi, dari sembilan bangunan yang dipanggil, tujuh di antaranya merupakan vila, sementara sisanya berupa satu rumah tinggal dan satu warung. Seluruh bangunan tersebut terdampak rencana pembuatan jalur inspeksi di sepanjang sungai.

"Dari sembilan ini ada yang berbentuk vila, ada juga berbentuk warung, tapi mayoritas vila. Hak mereka tidak hilang dan jalur inspeksi itu masih milik mereka, yang boleh menggunakan adalah pemilik tanah itu sendiri dan petugas PU," terangnya.

Langkah persuasif ini diambil sebagai respons atas banjir yang merendam kawasan Jalan Sri Kahyangan pada 12 Desember 2025. Saat itu, ketinggian air dilaporkan hampir mencapai dua meter akibat aliran sungai yang tersumbat serta terbatasnya ruang bagi petugas untuk melakukan pembersihan.

"Jangan lagi terulang kejadian 12 Desember di mana di lokasi khususnya jembatan Gang Sri Kahyangan itu terjadi hampir dua meter tinggi air di sana menggenang. Ini untuk menggugah kesadaran mereka agar secara mandiri melakukan pembongkaran atau memundurkan tembok," tegas Suryanegara.

Saat ini, Satpol PP bersama Dinas PUPR Badung telah diterjunkan ke lapangan untuk memastikan batas lahan yang akan digunakan sebagai jalan inspeksi. Jika tidak ada kendala, pembongkaran mandiri oleh salah satu pemilik bangunan direncanakan dimulai pada pekan ini sebagai percontohan.

"Mudah-mudahan tidak lama lagi, mungkin minggu ini ada satu paling pertama mengawali mundur seperti itu. Kami tadi tugaskan lagi anggota untuk mengecek bersama dinas PU memastikan yang mana yang dimaksud," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta meninjau dua lokasi banjir di Kuta Utara, yakni di Lingkungan Krisnantara, Desa Tibubeneng, serta Jalan Sri Kahyangan, Desa Canggu, Kuta Utara, Minggu (14/12/2025). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat.

Dalam peninjauan itu, Gus Bota menemukan air kerap meluap di Jalan Sri Kahyangan yang diduga akibat penyempitan aliran sungai. Ia pun memerintahkan dinas terkait melakukan mitigasi terhadap bangunan di bibir sungai.

Tujuh pemilik bangunan di sekitar jembatan sungai sebelumnya juga telah dipanggil. Dalam pemanggilan tersebut, pemilik diminta membongkar dan menata ulang tembok bangunan secara mandiri agar alat berat dapat masuk ke sungai untuk pembersihan atau normalisasi dari endapan sedimentasi.




(dpw/dpw)










Hide Ads