Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli menyiapkan lebih dari dua ruang isolasi di gedung Intensive Care Unit (ICU). Ruangan tersebut disiapkan untuk menangani pasien yang terjangkit penyakit influenza A H3N2 atau yang dikenal sebagai super flu.
"Ruangannya itu standar COVID-19. Jaga-jaga kalau ada pasien yang terkonfirmasi (positif) super flu," kata Humas RSUD Bangli Sang Kompyang Arie Sukma Wijaya kepada detikBali, Jumat (23/1/2026).
Wijaya menjelaskan, ruang isolasi berstandar COVID-19 tidak hanya tersedia di area ICU. Sejumlah ruangan lain dengan standar serupa juga difungsikan untuk penanganan pasien super flu. Namun, total jumlah ruang isolasi tersebut tidak lebih dari 10 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena berstandar COVID-19, seluruh obat-obatan dan peralatan medis telah disiapkan. Peralatan itu meliputi ventilator hingga alat pelindung diri (APD) atau baju hazmat yang digunakan dokter dan perawat saat menangani pasien super flu.
Ruangan isolasi tersebut juga melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.
"Ventilator, dan alat medis lain yang digunakan pasien penyakit menular pernafasan. SOP (prosedur standar) hampir sama (dengan penanganan COVID-19)," kata Wijaya.
"Tenaga medisnya juga pakai APD karena masuk ruang isolasi," imbuhnya.
Wijaya menuturkan, hingga kini belum ada pasien positif super flu yang dirawat di RSUD Bangli. Menurutnya, kondisi geografis Kabupaten Bangli yang merupakan daerah dataran tinggi dengan jumlah populasi yang tidak sebesar Kota Denpasar membuat risiko penularan relatif kecil.
Oleh karena itu, ruang isolasi tersebut juga dimanfaatkan untuk menangani pasien dengan penyakit menular pernapasan lainnya, seperti tuberkulosis (TBC).
"Karena penyakit yang penyebaranya melalui udara. Terjangkitnya dengan resiko. Tapi hingga kini, belum ada pasien super flu di RSUD Bangli. Karena populasi warga Bangli tidak sepadat di Denpasar atau Kabupaten Badung," katanya.
(dpw/dpw)










































