Komunitas Pewarta Foto Denpasar membedah karya-karya foto jurnalistik lewat diskusi buku. Kegiatan ini sekaligus merespons tren penyebaran informasi secara visual melalui media sosial (medsos).
Diskusi dan kumpul buku foto berlangsung di Teman Sayur, Denpasar, Bali, Sabtu (17/1/2026). Ketua Komunitas Pewarta Foto, Dicky Bisinglasi, menilai penyebaran informasi secara visual harus diiringi dengan pemahaman publik yang kuat.
"Apalagi bagi generasi-generasi yang lebih muda seperti Gen Z yang memang mereka lahir dan besar di tengah maraknya media sosial," ujar Dicky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Nyanyi Sunyi Penerbit Indie di Bali |
Dicky mengatakan selama ini publik tidak begitu paham dengan fotografi jurnalistik. Walhasil, banyak warganet yang hanya mengonsumsi informasi maupun produk foto tanpa keterangan yang jelas.
"Mereka kadang tidak tahu mana berita yang benar produk pers jurnalistik murni atau info-info yang cuma beredar luas tanpa keterangan yang jelas," imbuhnya.
Dalam kegiatan itu, seluruh anggota komunitas diminta membawa buku-buku tentang foto jurnalistik. Mereka kemudian bertukar pikiran berdasarkan buku-buku yang telah dibaca.
Peserta diskusi terdiri dari pewarta foto dari berbagai media baik lokal maupun internasional. Selain itu, hadir pula masyarakat umum yang berkecimpung di dunia fotografi.
"Jadi yang datang bukan melulu fotografer apalagi fotografer jurnalistik, tidak semua di level itu," ujar Dicky.