Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari lima perguruan tinggi di Bali menyatakan keluar alias mundur dari aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan. Pengunduran diri dipicu konflik internal BEM di wilayah Bali Nusa tenggara (Bali Nusra) hingga berujung kericuhan.
Kericuhan terjadi saat pertengahan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII BEM Seluruh Indonesia (SI) Kerakyatan di Padang pada 13-19 Juli 2025. BEM dari Universitas Udayana (Unud), Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Mahasaraswati Denpasar, dan STIKES Bina Usaha, menyatakan mundur dari BEM SI Kerakyatan dua pekan setelah munas itu.
"Permasalahan internal (BEM) di wilayah Bali Nusra. Jadi, (dipicu) konflik di wilayah kami. Kami punya permasalahan dengan beberapa oknum di wilayah kami sendiri," kata Ketua BEM Undiknas, IB Bujangga Pidada, saat ditemui detikBali di kampusnya, Kamis (31/7/2025).
Bujangga mengatakan ada beberapa anggota BEM dari beberapa kampus di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyatakan dukungan kepada kandidat tertentu untuk menjabat di tiga posisi paling strategis dan posisi lainnya di BEM SI Kerakyatan. Tiga posisi strategis itu yakni koordinator media, koordinator pusat, dan koordinator isu.
Pemicu permasalahannya, deklarasi dukungan terhadap kandidat atau calon tertentu untuk menduduki jabatan strategis itu dilakukan dengan menyertakan nama BEM di Bali. Padahal, Bujangga berujar, BEM di Bali merasa tidak terkait dengan sikap menyatakan dukungan terhadap kandidat tertentu dari beberapa anggota BEM di NTT dan NTB.
"Tindakan claiming yang dilakukan oknum (anggota BEM) di wilayah kami. (Klaim sepihak itu) dipandang sabotase dari wilayah kami sendiri. Karena pasti semua dibutuhkan voting," kata Bujangga.
Menurutnya, penetapan calon terpilih untuk menduduki tiap jabatan wajib melalui proses jajak pendapat atau voting. Meski, jabatan ketua BEM SI sendiri terpilih aklamasi karena tidak ada kandidat lawan.
Simak Video "Video: BEM SI Kerakyatan Desak Prabowo Bentuk Tim Investigasi Makar"
(hsa/hsa)