Pedagang Emas Kesulitan Pindahkan Barang, Berat Brankas Capai 2,5 Ton

Jembrana

Pedagang Emas Kesulitan Pindahkan Barang, Berat Brankas Capai 2,5 Ton

Putu Adi Budiastrawan - detikBali
Rabu, 23 Agu 2023 21:39 WIB
Proses pembongkaran kios pedagang di Pasar Umum Negara, Jembrana.
Proses pembongkaran kios pedagang di Pasar Umum Negara, Jembrana. (Foto: Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Pedagang di Pasar Umum Negara, Jembrana, Bali, masih terus berupaya memindahkan barang dari kios mereka sebelum dibongkar. Pedagang yang mengalami kesulitan saat relokasi yakni pedagang emas karena brankas harus diangkat dengan alat berat.

Pantauan detikBali di lokasi, Rabu (23/8/2023), pada hari ketiga proses pembongkaran dan relokasi pedagang masih berlangsung. Pedagang emas yang sulit pindah karena ada yang punya brankas seberat 2,5 ton.

"Brankas itu beratnya bervariasi, bahkan sampai 2,5 ton. Etalase kaca juga sulit diangkat, kalau salah angkat kaca bisa pecah. Jadi harus berhati-hati apalagi brankas tidak mungkin bisa diangkat manual. Untuk menggeser saja sampai 7 orang (yang melakukannya)," ujar salah seorang pedagang emas di sana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi permasalahan ini, sejumlah pedagang emas bergotong royong menyewa alat berat atau forklift untuk memindahkan brankas mereka. Sehingga untuk pemindahan brankas ini bertahap di setiap toko emas. Bahkan rata-rata untuk memindahkan satu brankas membutuhkan waktu antara dua sampai tiga jam.

"Kami urunan dengan seluruh pedagang untuk memindahkan barang ke tempat relokasi. Jadi berapa nanti biayanya kami patungan," imbuh pedagang yang enggan menyebutkan namanya ini.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, I Komang Agus Adinata menjelaskan bahwa tidak semua pedagang emas memilih tempat relokasi yang disediakan. Beberapa dari mereka memilih untuk memilih relokasi mandiri baik itu di rumah serta tempat lainnya.

"Awalnya kami mendapat laporan bahwa ada yang akan melakukan relokasi mandiri di luar lokasi yang telah kami disediakan sebelumnya," kata Adinata.

Adinata juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pedagang telah mengosongkan kios mereka. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan bahwa seluruh kios dan los akan kosong dari barang pedagang pada hari ini.

"Tinggal pedagang emas ini yang membutuhkan waktu karena ada brankas yang berat, besok sudah tidak ada aktifitas pedagang," jelasnya.




(dpw/gsp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads