Kelakuan warga negara asing (WNA) di Bali kembali menjadi sorotan pembaca detikBali dalam sepekan terakhir. Salah satunya, aksi bule yang mengadang taksi online di wilayah Dalung, Kuta Utara, Badung. Tak hanya menyetop mobil, bule tersebut juga menantang sopir taksi online yang sedang mengantarkan tamu itu.
Berikutnya, ada pula seorang bule yang memberikan uang Rp 7,5 juta kepada penjual donat di Denpasar. Aksi bule membagikan duit itu sempat viral di media sosial.
Ada juga kasus penganiayaan bule Rusia terhadap seorang juru parkir alias jukir di objek wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, beberapa waktu lalu. Kasus penganiayaan tersebut berujung damai. Simak ulasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Bule Adang Taksi Online di Dalung
Seorang WNA tiba-tiba menyetop mobil angkutan online di kawasan Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali. Berdasarkan video yang beredar,bule berkacamata itu meminta sopir turun mobil. Bule itu juga dua kali memukul bagian pintu dan kaca mobil.
Seorang penumpang perempuan yang belum diketahui identitasnya meminta sopir tidak meladeni aksi aneh bule itu. "Dasar bule gila," kata wanita itu. "Oke, rekam aja, nggak papa," sahut penumpang pria.
Penumpang itu meminta agar sopir tidak membuka kaca mobil. Setelah itu, si bule kembali naik ke dalam mobil yang dikendarainya. "Dia (bule) yang balap-balap, dia yang ketok-ketok (pukul)," sahut wanita itu lagi.
Kepolisiantelah menyelidiki identitas WNA yang mengadang taksi online tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setiantomenjelaskan tim opsnal telah menyelidiki keberadaan bule pria tersebut. Berdasarkan informasi, pria asing itu menginap di sebuah hotel di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
"Pengemudi transportasi online telah dimintai keterangan," kata Satake Bayu, Sabtu (1/7/2023).
Adapun identitas warga negara Indonesia (WNI) sopir taksi online tersebut, yakni bernama Muhammad Yusuf Kanafi (36).Satake Bayu menjelaskan Yusuf awalnya berangkat mengantarkan wisatawan ke wilayah Kelurahan Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, sekitar pukul 12.00 Wita, pada Kamis (29/6/2023). Mereka berangkat dari Pantai Lovina, Buleleng.
Memasuki Jalan Raya Abianbase, Yusuf bermaksud menyalip sebuah mobil. Kebetulan, ketika itu jalur di sebelah kanan terlihat kosong alias tidak ada kendaraan dari arah berlawanan.
Yusuf sempat membunyikan klakson saat mendahului mobil tersebut. Namun, pengendara mobil tersebut membuka jendela dan mengacungkan jari tengahnya.
Mobil yang dikendarai Yusuf bersama tamunya tiba di Jalan Raya Dalung-Abianbase. Ia kembali mencoba menyalip mobil yang dikendarai oleh WNA tersebut. "Namun pengendara mobil tersebut tidak terima," terang Satake Bayu.
Mobil WNA itu kemudian berhenti di depan mobil yang dikendarai Yusuf. Saat itulah, orang asing itu turun dari mobilnya dan memukul mobil Yusuf.
"Orang tersebut juga menantang agar pengemudi taksi online turun dari mobil, namun tidak menghiraukan hal tersebut," jelas Satake Bayu.
2. Penjual Donat Dapat Uang Rp 7,5 Juta Seusai Bantu Bule
![]() |
Seorang WNA membagikan video mengharukan setelah ditolong oleh penjual donat di Denpasar, Bali. Bule pria itu memberikan uang 500 USD atau setara Rp 7,5 juta kepada penjual donat yang menolongnya.
Video tersebut diunggah oleh akun @isaiahgarza di Instagram pada Jumat (23/6/2023). Video memperlihatkan bule laki-laki menghampiri tukang donat yang duduk di pinggir jalan. WNA itu berpura-pura tidak memiliki uang dan berharap bisa mendapatkan satu donat.
"I don't have any money, you think possible, maybe I could still get one donut? Im so sorry. (Saya tidak punya uang, mungkinkah Anda bisa memberikan satu donat? Saya minta maaf)," ungkap bule tersebut.
Tak disangka, perempuan penjual donat justru memberikan donat secara cuma-cuma sebanyak tiga buah. Sang bule lantas bertanya apa alasannya memberikan donat. "We must help each other (Kita harus saling membantu)," jawab penjual donat.
Mendengar jawaban itu, sang bule langsung mengungkapkan akan memberi uang Rp 7,5 juta. Penjual donat bernama Ni Luh Sri Wulandari itu sempat terlihat menolak sembari terus menangis. "Prinsip saya, kita harus saling tolong menolong dan berbagi kalau ada yang minta. Selagi saya bisa, pasti saya kasih," ujarnya, Senin (26/6/2023).
3. Bule Rusia Pemukul Tukang Parkir Berujung Damai
Aksi penganiayaan terhadap seorang juru parkir alias jukir di objek wisata Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, beberapa waktu lalu berujung damai. Penganiayaan tersebut dilakukan oleh seorang WN Rusia bernama Maksim Sternik terhadap Komang Ariyadi (42).
Kasus pemukulan yang sempat viral di media sosial itu awalnya ditangani Satuan Reskrim Polres Klungkung. Namun, Ariyadi tiba-tiba ingin berdamai dengan bule Rusia yang memukulnya.
"Keduanya sepakat untuk damai, dengan pengganti biaya pengobatan oleh WNA terhadap korban pemukulan sebanyak Rp 2 juta," kata Kasat Reskrim Polres Klungkung Iptu Arung Wiratama, Rabu (28/6/2023).
Menurut Arung, Ariyadi juga sudah terlanjur mencabut laporan kasus pemukulan yang dialaminya. Dengan demikian, kasus tersebut tidak sampai diselesaikan dengan mekanisme restorative justice atau keadilan restorasi.
"Perdamaian dilakukan kemarin di Kantor Satreskrim Polres Klungkung. Setelah itu, keduanya pergi sehingga perkara dinyatakan selesai dengan perdamaian," jelasnya.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (24/6/2023) sore. Sternik marah lantaran Ariyadi memindahkan sepeda motornya yang menghalangi jalan. Sternik kemudian memukul Ariyadi yang merupakan tukang parkir di kawasan wisata tersebut. Bahkan, Sternik menghajar bagian dagu Ariyadi sebanyak empat kali hingga berdarah.
(iws/iws)