Sambo Menyesal-Minta Maaf ke Ortu Brigadir J, Sebut Istrinya Tak Salah

Tim detikNews - detikBali
Rabu, 05 Okt 2022 15:04 WIB
Bali -

Ferdy Sambo mengaku menyesal terkait pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Eks Kadiv Propam Polri itu juga meminta maaf kepada orang tua (ortu) Brigadir J. Sambo pun menyebut istrinya, Putri Candrawathi, tidak bersalah dalam kasus tersebut.

"Saya sangat menyesal, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya termasuk bapak dan ibu dari Josua," kata Ferdy Sambo, Rabu (5/10/2022), dikutip dari detikNews.

Sambo menyampaikan hal itu saat hendak dibawa keluar dari gedung Jampidum Kejagung. Sambo yang dikawal ketat Brimob saat kembali ditahan di rutan Mabes Polri menyatakan siap menjalani proses hukum.


"Saya siap menjalani proses hukum," kata Sambo.

"Istri saya tidak bersalah, tidak melakukan apa-apa dan justru menjadi korban," imbuhnya.

Ferdy Sambo bersama kelima tersangka pembunuhan Brigadir J diserahkan kepada jaksa. Selanjutnya, mereka segera disidang.

Seperti diketahui, Polri telah menetapkan 5 tersangka pembunuhan berencana Brigadir J mereka ialah Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer (RE), Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Kelimanya dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Kelima tersangka juga ditahan.

Ferdy Sambo Segera Disidang

Dilansir dari detikNews, Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia melaksanakan pelimpahan tahap II kasus pembunuhan Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Pelimpahan kasus Ferdy Sambo dkk ini dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) pada hari ini.

Setelah pelimpahan tahap II, jaksa penuntut umum (JPU) mempunyai kewenangan untuk melakukan penahanan terhadap para tersangka kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo dkk, sebagaimana yang dilakukan penyidik.

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan terkait sidang Ferdy Sambo akan tetap dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Hal ini disampaikan oleh Jampidum Kejagung Fadil Zumhana saat konferensi pers di gedung Jampidum Kejaksaan RI pada Rabu (5/10/2022).

"Tidak ada pemindahan ruang persidangan. kami yakin PN Jaksel akan bekerja sebaik-baiknya karena menarik perhatian masyarakat dan perhatian Presiden," kata Fadil, dikutip dari detikNews.

Kejagung juga berjanji akan melimpahkan perkara Ferdy Sambo dan para tersangka pembunuhan Brigadir J lainnya pada 10 Oktober ke Pengadilan Negeri Jaksel. "Makanya hari Senin sudah saya limpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," ujar Fadil.

Adapun jadwal sidang Ferdy Sambo akan ditetapkan setelah berkas perkara Ferdy Sambo dkk dalam kasus pembunuhan Brigadir J dinyatakan lengkap dan telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 10 Oktober 2022 mendatang.

(iws/iws)